KELAUTAN

BIDANG KELAUTAN

Indonesia merupakan Negara maritim, dimana potensi sumberdaya kelautan, pesisir dan pulau-pulau kecil sangatlah besar dan berlimpah untuk dikelola secara optimal sehingga bisa memberi dampak multidimensi yang significant bagi Negara dan Bangsa. Pembangunan kelautan dilaksanakan melalui beberapa kegiatan diantaranya adalah pemberdayaan masyarakat pesisir dan pulau kecil, pengelolaan pesisir, lautan dan pulau-pulau kecil serta pendataan dan informasi pesisir, lautan dan pulau-pulau kecil Salah satu langkah alternatif guna mendukung kegiatan tersebut dengan berpedoman kepada rencana strategis selama 5 ( lima ) tahun yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah ( RPJM ) yang dilaksanakan melalui beberapa program dan kegiatan dengan pemanfaatan teknologi seoptimal mungkin. Dengan keberhasilan peningkatan produksi dan produktifitas ikan diharapkan peranserta masyarakat dalam pelaksanaan pengembangan kelautan semakin ditingkatkan, sedangkan pemerintah berperan dalam pembinaan, pengaturan, pengendalian dan pengawasan untuk menunjang kearah usaha yang lebih baik. Dalam kerangka perwujudan tugas dan fungsi pokok, bidang kelautan melaksanakan berbagai kegiatan pembinaan dan bimbingan baik yang rutin maupun dalam konteks pembangunan sektoral dan daerah. Secara garis besar kegiatan pembinaan dan bimbingan tersebut adalah sebagai berikut : 3.1. PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PESISIR DAN PULAU KECIL Untuk menunjang keberhasilan pembangunan terutama di bidang kelautan khususnya pada masyarakat pesisir, maka pada tahun 2009 kegiatan yang dilakukan antara lain :

A. PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT PESISIR Di Kabupaten Sampang Kegiatan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir di mulai pada tahun 2004 dan berhasil membentuk sebuah koperasi perikanan yang diberi nama Koperasi “ Mina Jaya “ yang berlokasi di Kelurahan Banyuanyar Kecamatan Sampang yang didalamnya terdapat Unit Simpan Pinjam ( USP ) Swamitra Mina. Pada unit USP ini masyarakat yang sudah terdaftar sebagai anggota dapat melakukan simpan pinjam dana untuk keperluan permodalan usahanya. Namun kegiatan ini tidak berhenti cukup sampai disini, bahkan sampai pada tahun 2009 kegiatan ini masih dalam taraf pemantauan dan pembinaan terutama dari Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Sampang. Maksud diadakannya kegiatan Pembinaan Kelompok Ekonomi Masyarakat Pesisir ( PEMP ) adalah untuk meningkatkan kinerja Lembaga memperluas akses modal kepada masyarakat pesisir, sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Sedangkan tujuan kegiatan pembinaan kelompok ekonomi masyarakat pesisir adalah untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pengembangan kultur kewirausahaan, pengembangan penguatan kelembagaan social ekonomi, pemberdayaan masyarakat pesisir dengan mendayagunakan sumberdaya kelautan dan perikanan secara optimal dan Ekonomi Masyarakat Pesisir ( Koperasi Perikanan ) yang telah berdiri dan berkelanjutan. Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir pada tahun 2009, kegiatannya adalah penekanan pada usaha peningkatan kemampuan SDM dari pengurus koperasi perikanan mina jaya agar dapat menjalankan kaidah – kaidah perkoperasian dengan suatu system yang lebih baku dan akurat. Pembinaan diarahkan secara langsung kepada pengurus dan karyawan koperasi terkait persoalan perkoperasian, serta inventarisasi dan pengelompokan data keuangan, mengikhtisarkan data keuangan dari data yang dikelompokkan menjadi buku besar dan mengolah data keuangan dari buku besar menjadi neraca dan perhitungan laba rugi. Koperasi perikanan jaya mulai berdiri pada tahun 2004, dimana pembentukannya diawali dari kelompok pengajian “ Nurul Iman “ dengan badan hukum : 508/21/443.114/2004 dengan alamat Jl. Diponegoro 70 Sampang. Unit yang berjalan sampai saat ini di Koperasi Perikanan Mina Jaya adalah Unit Simpan Pinjam ( USP ) dan Unit Kedai Pesisir. USP ini memiliki 179 debitur ( anggota ) yang telah melakukan transaksi dengan memberikan pinjaman modal kepada masyarakat pesisir dengan batas waktu 3 tahun dengan pinjaman maksimal Rp. 25 juta per anggota. Dari hasil pembinaan diketahui bahwa masih banyak debitur yang tidak memenuhi kewajibannya untuk mencicil ke USP koperasi perikanan mina jaya. Hal tersebut diperkirakan karena perekonomian debitur yang rata-rata nelayan dan pengolah ikan pendapatannya menurun seiring dengan menurunnya hasil tangkapan ikan ; kekurangtegasan pengurus dan karyawan koperasi untuk melakukan eksekusi atas angsuran debitur yang macet dengan langkah persuasive terlebih dahulu sesuai perjanjian yang telah disepakati bersama antara debitur dan koperasi.

B. PELAKSANAAN RAPAT ANGGOTA TAHUNAN ( RAT ) KOPERASI PERIKANAN MINA JAYA Dari hasil pembinaan koperasi perikanan mina jaya pada tahun ini sudah dapat melaksanakan rapat anggota tahunan ( RAT ) tahun buku 2008 dan RAPB tahun buku 2009 dimana system pelaporan peneracaan sudah baik atas bimbingan dari Pembina Akuntansi Keuangan. Dalam RAT ini dihasilkan keputusan reorganisasi kepengurusan koperasi perikanan mina jaya masa bhakti 2009 – 2011 yang pada periode sebelumnya pengurus koperasi perikanan mina jaya ada 7 ( tujuh ) orang dengan jabatan : ketua I, Ketua II, Sekretaris I, Sekretaris II, Bebdahara I, Bendahara II dan pleno di rampingkan menjadi 3 ( tiga ) orang dengan jabatan ketua I, sekretaris dan bendahara. Sedangkan pengawas koperasi tetap berjumlah 3 ( tiga ) orang. Selain unit USP ( Unit Simpan Pinjam ), koperasi perikanan mina jaya mempunyai 2 unit usaha yaitu unit pertokoan yang mendapat bantuan modal dari pusat pada tahun 2006 berupa unit usaha kedai pesisir dan pabrik es. Sejak diberikannya bantuan modal tahun 2006 unit usaha kedai pesisir ini baru dapat beroperasi pada tahun 2009 sekarang. Unit usaha kedai pesisir ini merupakan unit usaha yang bertujuan untuk melayani kebutuhan bahan pokok dan kebutuhan usaha perikanan bagi masyarakat pesisir dalam bentuk outlet pertokoan. Diharapkan kedai pesisir juga dapat berperan sebagai supplier bagi warung-warung sejenis di sekitarnya. Walaupun keberadaannya masih baru namun diharapkan keberadaan unit usaha kedai pesisir dapat memberikan kontribusi untuk membesarkan Koperasi Perikanan Mina Jaya. Pelaksanaan pembinaan kepada masyarakat pesisir dilakukan di Kelurahan Banyuanyar dan Desa P. Mandangin sebagai masyarakat anggota dan pengurus koperasi perikanan mina jaya. Setelah dilakukan pembinaan – pembinaan, lambat laun tingkat kesadaran masyarakat untuk mengangsur / mencicil pinjaman modal koperasi mulai ada. Dari hasil pembinaan kepada masyarakat pesisir sebagai anggota koperasi bersama pengurus dan tim Pembina untuk ds. P. mandangin dihasilkan keputusan untuk membentuk petugas penagih pinjaman koperasi mina jaya khusus wilayah Desa Pulau Mandangin untuk lebih memudahkan dan memperlancar perputaran modal koperasi sehingga petugas kolektor unit USP koperasi tidak perlu tiap hari harus ke P. Mandangin melainkan hanya seminggu sekali. C. PEMBINAAN HNSI DAN KELOMPOK MASYARAKAT LAINNYA Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia atau lebih dikenal dengan sebutan HNSI merupakan suatu organisasi yang terbentuk pada tahun 2008 di Kabupaten Sampang yang merupakan suatau bentuk kebijakan peningkatan kelembagaan dan ketenagakerjaan perikanan tangkap kewenangan daerah. Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia berazaskan profesi, independen dan non partisan, yang mana organisasi ini dibentuk dengan tujuan sebagai wadah himpunan masyarakat nelayan. Pada tahun 2009 telah terbit Surat Keputusan ( SK ) Pengurus Cabang HNSI Kabupaten Sampang melalui rapat koordinasi dalam rangka pembentukan rukun dan ranting yang dihadiri sebanyak 30 orang dengan rincian 21 orang dari pengurus dan sisanya dari Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan Sampang yang bertempat di Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Sampang

3.2. PENGELOLAAN PESISIR, LAUTAN DAN PULAU-PULAU KECIL Kegiatan yang dilakukan dalam mengelola pesisir, lautan dan pulau-pulau kecil antara lain :

A. PENGAWASAN DAN PENEGAKAN HUKUM DI WILAYAH LAUT KEWENANGAN DAERAH Dalam rangka melaksanakan kebijakan pengawasan dan penegakan hukum di wilayah laut kewenangan daerah, maka diadakan suatu operasi atau patroli laut yang disebut dengan istilah KAMLADU ( Keamanan Perikanan dan Kelautan Terpadu ).Kegiatan ini secara rutinitas dilakukan oleh Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan dalam rangka penerapan tugas pokok dan fungsi bidang kelautan, yang biasa dilakukan sebanyak 12 kali setiap tahunnya, dengan maksud untuk menjaga keamanan dan ketertiban nelayan dalam menangkap ikan di laut. Selain merupakan tugas pokok dan fungsi di bidang kelautan, tujuan dilaksanakan kegiatan rutinitas pengawasan dan penegakan hukum di wilayah laut kewenangan daerah tersebut adalah : 1. Untuk mengantisipasi kesalahpahaman dalam pemanfaatan wilayah perairan dan untuk mengurangi serta mengatasi terjadinya konflik antar nelayan di laut. 2. Untuk mengurangi keresahan masyarakat nelayan akan hilangnya alat atau sarana operasional penangkapan ikan di laut. 3. Untuk mengamankan pemanfaatan potensi sumberdaya kelautan dan perikanan agar lebih terkendali, optimal dan lestari demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat nelayan. Lokasi kegiatan ini dilakukan di Perairan Camplong, Sampang, Pangarengan dan Kecamatan Sreseh Kabupaten Sampang yang anggarannya didanai dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Kabupaten Sampang ( APBD II ), dimana kegiatan tersebut dilaksanakan secara terpadu yang terdiri atas : 1. Unsur TNI Angkatan Laut 2. Satpol Air 3. Petugas dari Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Sampang, dengan menggunakan Speed Boat yang berada di Pos Kamladu Camplong. Pemanfaatan sumberdaya ikan di laut sudah dilakukan oleh Nelayan dengan menggunakan beberapa jenis alat tangkap. Alat tangkap yang digunakan terdiri atas 2 type, yaitu : 1. Alat Tangkap Aktif, seperti jaring purse seine, paying, dogol dan trawl. 2. Alat Tangkap Pasif, seperti jarring insang ( Gill Net, Trammel Net ) Diantara alat tangkap tersebut diatas ada jenis alat tangkap yang dilarang Pemerintah untuk dioperasionalkan pengoperasiannya. Hal ini disebabkan karena jenis alat tangkap tersebut dikategorikan alat tangkap ikan yang produktif tetapi tidak ramah lingkungan dan nantinya dapat merusak kelesetarian sumberdaya ikan di laut. Berdasarkan Kepres No. 39 tahun 1980 tentang penghapusan jarring trawl dan Undang-undang no.31 Tahun 2004 pasal 8, yang menyatakan “ setiap orang dilarang melakukan penangkapan ikan dan/atau cara, dan/atau bangunan yang dapat merugikan dan/atau membahayakan kelestarian sumberdaya ikan dan/atau lingkungannya di perairan Republik Indonesia “, maka penggunaan jarring trawl atau mini trawl dilarang penggunaannya. Namun ada sebagian masyarakat nelayan secara diam-diam masih menggunakan alat tangkap ini sehingga menimbulkan adanya konflik di laut.

B. PENGELOLAAN TERPADU DAN PEMANFAATAN SUMBERDAYA LAUT DI WILAYAH KEWENANGAN DAERAH Upaya untuk meningkatkan produktivitas usaha penangkapan ikan adalah melalui pengelolaan dan pemanfaatan secara terpadu wilayah laut yang merupakan kewenangan daerah Kabupaten Sampang dengan jalan pengontrolan dan pengawasan bagi nelayan dalam menangkap ikan di fishingground yang lebih luas, sehingga peluang mendapatkan hasil tangkapan ikan menjadi lebih besar. Pengontrolan dan pengawasan dimaksud dapat dilakukan secara berkala yang didalamnya terdiri atas Tim Keamanan Perikanan dan Kelautan Terpadu ( KAMLADU ) dan dari pihak Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Sampang. Untuk memeperlancar kegiatan tersebut, maka dilaksanakan suatu rehabilitasi pos jaga Kamladu di Wilayah Perairan Camplong yang diperoleh dari Dana Alokasi Khusus ( DAK ) dan Dana Alokasi Umum ( DAU ) pada Tahun 2009 guna memfasilitasi proses pengontrolan dan pengawasan bagi nelayan yang menangkap ikan.

C. PELAKSANAAN DAN KOORDINASI KEBIJAKAN PENETAPAN LOKASI PEMBANGUNAN Pada tahun 2009, kegiatan yang dilakukan adalah melanjutkan kegiatan tahun sebelumnya, yaitu : – Melaksanakan pembangunan PPI ( Pangkalan Pendaratan Ikan ) di Camplong yang merupakan pekerjaan lanjutan reklamasi dan revetment. – Melaksanakan pekerjaan rehabilitasi TPI ( Tempat Pelelangan Ikan ) di Ketapang. Kedua kegiatan diatas mendapat anggaran dana dari sumber DAK ( Dana Alokasi Khusus ) dan dana Fisik yang bersumber dari DAU ( Dana Alokasi Umum ) serta dana penunjang kegiatan ( DAU ).

D. PEMANFAATAN PERAIRAN PANTAI Dalam rangka merehabilitasi kawasan pesisir, lautan dan pulau-pulau kecil yang mengalami kerusakan, maka diadakan penanaman mangrove atau hutan bakau dengan tujuan untuk mengurangi adanya abrasi, tempat bertelurnya ikan dan mengurangi terjadinya arus besar. Pemanfaatan peraiaran pantai dengan penanaman mangrove dimulai pada tahun 2004, dimana mangrove atau hutan bakau yang ditanam di Ds. Pangarengan, Noreh, Kecamatan Camplong, Sampang, Pangarengan, Sreseh dan Jrengik adalah jenis si api – api.

3.3. DATA DAN INFORMASI PESISIR, LAUTAN DAN PULAU-PULAU KECIL Data statistik pesisir, lautan merupakan hal sangat penting sebagai bahan didalam penyusunan perencanaan, evaluasi dan pemantauan kegiatan pembangunan sub sektor kelautan dan perikanan di Kabupaten Sampang dalam memainkan peranannya dalam berbagai segi keberhasilan peningkatan produksi dan konsumsi hasil kelautan dan perikanan serta penyerapan tenaga kerja yang semuanya mengarah kepada peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan. Adapun hasil-hasil yang telah dicapai dalam pembangunan Sub Sektor Kelautan dan Perikanan tahun 2009 adalah sebagai berikut : 3.3.1. Usaha Penangkapan ikan di Laut Potensi usaha di bidang kelautan di Kabupaten Sampang meliputi : potensi lahan = 86 km2 ( panjang pantai ), potensi produksi : 25,716 ton, jumlah RTP Nelayan = 3.145 orang. 3.3.1.1. Jumlah Armada Perikanan Tabel 19 : Jumlah Armada Perikanan pada tahun 2009 No Jenis Jml. Armada ( unit ) Jml RTP Nelayan 1. 2. 3. Perahu Tanpa Motor Jukung Perahu Papan – Kecil – Sedang – Besar Motor Tempel – 0 – 5 PK – 5 – 10 PK – 10 – 20 PK – 20 – 30 PK – > 30 PK Kapal Motor – 0 – 5 PK – 5 – 10 PK – 10 – 20 PK – 20 – 30 PK – > 30 PK 379 2477 289 379 2477 289 JUMLAH 3.145 3.145

Tabel diatas dapat dijelaskan bahwa jumlah armada yang dimiliki nelayan sama dengan jumlah rumah tangga nelayan, namun tidak semua jenis armada dimiliki oleh nelayan. Hal ini disesbabkan karena tingkat kemampuan ekonomi nelayan masih tergolong rendah, sementara dari Pemerintah belum ada bantuan sarana dan prasarana yang ikut mendukung. 3.3.1.2. Produktivitas Alat Penangkap Ikan Tabel 20 : Ukuran dan Produktivitas Alat Tangkap Tahun 2009 Jenis Alat Tangkap Ukuran Produktivitas ( kg/unit ) 1. Purse Seine 2. Payang 3. Jaring Insang Hanyut 4. Jaring Insang Tetap 5. Pancing Tonda 6. Pancing yang lain 7. Dogol 8.Lain – lain Sedang Sedang Sedang Kecil Sedang – 25 kg/unit 25 kg/unit 10 kg/unit 5 – 10 kg / unit 25 kg/unit – Tabel 20 diatas menunjukkan bahwa rata-rata ukuran alat tangkap yang dimiliki nelayan , berukuran sedang, dan tidak semua jenis alat tangkap dimiliki oleh nelayan di Kabupaten Sampang. Selain itu jenis alat tangkap yang digunakan disesuaikan dengan potensi produktivitas daerah itu sendiri.

3.3.2. PENANGKAPAN DI PERAIRAN UMUM A. Potensi : 250 Ton Tabel 21 : Luas dan potensi Produksi Hasil Tangkapan di Perairan Umum Tahun 2009 Jenis Perairan Luas / Panjang Potensi Produksi ( Ton ) 1. Sungai 2. Waduk / Cek dam 3. Rawa 4. Danau / Telaga 131 Km2 280 Km2/Ha – – 1 4,3 Jumlah 5,3 Keterangan : Tabel 21 diatas menunjukkan potensi produksi yang dihasilkan sesuai dengan luas / panjang dari jenis perairan umum itu sendiri. B. Produksi : 5,3 Ton Tabel 22 : Nilai Produksi Dari Hasil Tangkapan Di Perairan Umum Tahun 2009 Jenis Perairan Volume ( ton ) Nilai ( Rp ) 1. Sungai 2. Waduk / Cekdam 3. Rawa 4. Danau / Telaga 1 4,3 – – 7.515.640 32.040.360 – – Jumlah 5,3 39.556.000 C. Jumlah RTP Perairan Umum : 32 RTP Tabel 23 : Jumlah Rumah Tangga Perikanan ( RTP ) Perairan Umum Tahun 2009 No Jenis Jml. Armada ( Unit ) Jml. RTP Perairan Umum 1 2 3 Tanpa Perahu Perahu Tanpa Motor – Jukung – Perahu Papan 1. Kecil 2. Sedang 3. Besar Motor Tempel – 0 – 5 PK – 5 – 10 PK – 10 – 20 PK – 20 – 30 PK – > PK – 5 10 17 5 10 Jumlah 15 32 D. Jumlah Alat Tangkap dan Trip Tabel 24 : Jumlah Alat Tangkap dan Trip yang digunakan untuk menangkap di Perairan Umum Tahun 2009 Jenis Alat Tangkap Jml. Alat Tangkap ( unit ) Jumlah Trip ( kali ) Produksi ( ton ) 1.Jaring Insang Hanyut 2.Jaring insang tetap 3. Jaring angkat – Anco – Serok 4. Pancing rawai 5. Pancing yang lain 6. Sero 7. Jermal 8. Bubu 9. Lain- lain – – 20 – 15 – – 21 16 – – 3100 – 1.140 – – 2.800 4.100 – – 1,3 – 1,3 – – 1,4 1,4 Jumlah 72 11.140 5,4 Keterangan : – Tabel 22 menjelaskan bahwa : nilai produksi dari jenis ikan yang ditangkap di Perairan Umum diperoleh dari volume produksi dikalikan dengan harga pasaran. – Tabel 23 menjelaskan bahwa : jumlah armada sama dengan jumlah RTP Perairan umum, hanya saja untuk jenis armada tanpa perahu jumlah RTPnya 17, dalam hal ini dalam melakukan penangkapan nelayan perairan umum melakukannya tanpa bantuan perahu, melainkan langsung menggunakan alat tangkap seperti serok, bubu dan jarring lainnya. – Tabel 24 menjelaskan bahwa : Sungai dan waduk termasuk jenis perairan umum yang mana didalamnya terdapat berbagai jenis ikan yang dapat ditangkap dengan menggunakan alat tangkap diantaranya : serok, bubu dan alat tangkap lainnya disesuaikan dengan jenis ikan yang ditangkap. Namun karena pada tahun 2009 tidak ada penebaran umum ( restocking ) dari Pemerintah melalui Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan maka produksi ikan yang ditangkap tidak maksimal.

3.3.3. BUDIDAYA AIR PAYAU ( TAMBAK ) A. Potensi Lahan : 5.697,8 Ha Benih ikan yang ditanam menurut jenis ikan, dapat dilihat pada table dibawah ini. Tabel 25 : Jenis Benih Ikan dan Volume Yang Ditanam Pada Usaha Budidaya Tambak Tahun 2009 Jenis Ikan Volume ( 100 Ekor ) 1. Bandeng ( 0 – 5 cm ) ( 5 cm ) 2. Kerapu 3. Kakap 4. Ikan lain 5. Udang windu 6. Udang putih 7. Udang api2 8. Udang vanamei 9.Udang Rebon 10.Kepiting 11.Rajungan 12. Rumput Laut 3,993 9,680 1,420 Jumlah 15,093 Dari tabel diatas dapat dijelaskan bahwa benih ikan yang ditanam pada usaha budidaya air payau ( budidaya tambak ) tahun 2009 hanya jenis-jenis ikan tertentu. B. Jumlah RTP tambak : 2065 RTP, seperti pada tabel dibawah ini. Tabel 26 : Jumlah RTP Tambak Berdasarkan Kategori Besarnya Usaha Tahun 2009 Kategori Jumlah RTP Besarnya Usaha – 2 Ha – 2 – 5 Ha – 5 – 10 Ha – > 10 Ha – 2065 RTP Jumlah 2065 RTP Jenis yang ditanam – Bandeng – Udang – Bandeng dan Udang – – 2065 RTP Jumlah 2065 Jenis Pupuk – Organik – An Organik – Campuran – Tidak Pakai – – – 2065 RTP Jumlah 2065 RTP Penggunaan Obat – Menggunakan – Tidak Menggunakan – 2065 RTP Jumlah 2065 RTP Keterangan : Tabel 26 diatas menunjukkan bahwa RTP Tambak pada tahun 2009 adalah 2065 RTP dengan jenis/kategori usaha seluas 2-5 Ha dan usaha yang dibudidayakan adalah jenis bandeng dan udang, yang mana dalam system budidaya tidak menggunakan bantuan pupuk dan obat-obatan. 3.3.4. Hasil produksi ikan yang utama di Kabupaten Sampang berasal dari sektor laut dan budidaya di kolam air tawar sedangkan produksi di perairan umum maupun budidaya tambak mempunyai kontribusi yang kecil bila dibandingkan dengan produksi ikan secara keseluruhan. Produksi hasil usaha kelautan dan perikanan secara keseluruhan di Kabupaten Sampang seperti pada tabel dibawah ini. 3.3.4.1. Tangkapan Di Laut Tabel 27 : Produksi Ikan Hasil Tangkapan Di Laut Per Triwulan Per Jenis Ikan di Kabupaten Sampang Pada Tahun 2009 No Jenis Ikan Triwulan I ( Kg ) Triwulan II (Kg) Triwulan III (Kg) Triwulan IV (Kg) Jumlah (Kg) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 Peperek Manyung Beloso Kurisi Ekor Kuning Pari Bawal Hitam Bawal Putih Layang Selar Teri Nasi Teri Besar Tembang Lemuru Kembung Tengiri Layur Tongkol Cakalang Udang Putih Udang Windu Udang Lainnya Tuna Cumi-Cumi Bambangan Kerapu Kakap Balanak Swanggi Manglah Rajungan Kepiting Cucut Petek Sidat Ikan Lainnya 496.095 64.492 227.673 386.417 40.858 82.521 57.984 30.031 665.844 128.233 145.772 81.029 59.665 95.470 275.558 31.535 30.313 50.666 27.150 37.124 2.543 25.813 – 88.236 150 10.051 19.611 100.274 247.447 2.600 91.056 900 2.300 2.300 – 196.364 515.894 91.355 297.138 454.501 265.095 121.397 50.537 40.553 70.070 122.036 72.808 92.628 117.572 91.644 327.580 31.526 67.825 90.931 17.664 81.953 6.724 56.211 – 60.841 150 10.068 40.047 19.250 402.363 1.000 62.150 28.245 49.512 – – 496.422 293.951 62.944 246.798 331.755 307.592 135.799 55.972 33.824 1.485.738 82.035 90.111 116.818 47.450 69.880 145.002 25.275 95.096 88.413 26.960 52.896 9.114 9.362 – 104.424 4.840 13.068 34.569 12.700 323.323 4.630 31.300 39.449 73.163 – – 321.200 882.826 10.325 465.610 712.311 6.425 180.107 25.300 14.550 2.164.918 168.982 299.295 255.455 88.950 80.862 290.128 38.215 92.058 61.333 38.630 18.750 13.537 102.267 – 84.434 200 11.550 19.199 48.788 686.317 6.440 28.792 2.800 2.729 – 1.300 416.033 2.188.766 229.116 1.237.219 1.884.984 619.970 519.824 189.793 118.958 4.386.570 501.286 607.986 545.930 313.637 337.856 1.038.268 126.551 285.292 291.343 110.404 190.723 31.918 193.653 – 337.935 5.340 44.737 113.426 181.012 1.659.450 14.670 213.298 71.394 127.704 2.300 1.300 1.430.019 Jumlah 3.804.075 4.253.690 4.775.451 7.319.416 20.152.632 Keterangan : – Jumlah Produksi Perikanan dari hasil tangkapan di laut pada tahun 2009 sebesar 20.152,6 Ton, sedangkan taget yang diinginkan dalam rencana pembangunan daerah sebesar 14.848,5 ton, sehingga realisasinya sebesar 135,7 % dari target yang direncanakan, ini disebabkan karena hasil tangkapan melimpah dan pahamnya nelayan dalam mengoperasikan alat tangkap di laut. Sehingga dapat menentukan fishing ground ( daerah penangkapan ) dengan tepat. Tabel 28 : Nilai Produksi Ikan Hasil Tangkapan Di Laut Per Triwulan Per Jenis Ikan di Kabupaten Sampang Tahun 2009 No Jenis Ikan Triwulan I ( Rp ) Triwulan II (Rp) Triwulan III (Rp) Triwulan IV (Rp) Jumlah (Rp) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 Peperek Manyung Beloso Kurisi Ekor Kuning Pari Bawal Hitam Bawal Putih Layang Selar Teri Nasi Teri Besar Tembang Lemuru Kembung Tengiri Layur Tongkol Cakalang Udang Putih Udang Windu Udang Lainnya Tuna Cumi-Cumi Bambangan Kerapu Kakap Balanak Swanggi Manglah Rajungan Kepiting Cucut Petek Sidat Ikan Lainnya 1.488.285.000 449.776.000 1.355.280.000 1.352.459.500 287.506.000 526.837.500 1.058.820.000 2.221.870.000 3.667.751.000 994.515.500 2.300.300.000 749.939.000 111.480.000 370.165.000 2.606.550.000 661.835.000 266.572.000 617.598.000 273.575.000 1.320.182.000 111.365.000 64.532.500 – 1.833.398.000 3.000.000 264.747.000 474.820.000 863.766.000 1.104.900.500 6.750.000 2.035.131.000 36.000.000 11.500.000 3.450.000 – 663.568.000 1.289.735.000 599.845.000 1.519.660.000 1.640.063.500 1.948.840.000 728.382.000 897.109.000 2.838.710.000 287.350.000 931.726.000 1.478.079.000 870.906.000 240.944.000 293.732.000 2.620.640.000 732.682.000 575.670.000 1.182.103.000 169.870.000 3.108.746.000 343.070.000 360.735.000 – 1.385.886.000 3.250.000 229.219.000 800.940.000 136.600.000 1.655.268.000 3.500.000 1.594.100.000 864.495.000 201.800.000 – – 3.384.380.000 827.321.000 439.084.000 1.275.430.000 1.327.020.000 3.079.720.000 895.978.000 1.292.700.000 2.472.100.000 5.381.972.000 560.017.000 1.730.962.000 1.094.888.000 118.625.000 279.520.000 1.206.817.000 555.560.000 744.759.000 1.463.885.000 384.540.000 2.115.840.000 613.800.000 269.454.000 – 2.935.656.000 118.520.000 335.546.000 770.765.000 98.150.000 1.454.953.000 27.780.000 976.600.000 1.380.715.000 645.332.000 – – 3.648.996.000 2.648.478.000 77.437.500 1.862.440.000 3.205.399.500 69.431.250 1.170.695.500 632.500.000 1.236.750.000 10.824.590.000 1.318.059.600 5.088.015.000 1.660.457.500 222.375.000 283.017.000 2.611.152.000 967.321.000 736.464.000 1.073.327.000 579.450.000 806.250.000 744.535.000 2.147.607.000 – 1.984.199.000 5.500.000 137.625.000 499.174.000 390.304.000 2.745.268.000 38.640.000 734.196.000 140.000.000 10.717.000 – 65.000.000 3.536.280.000 6.253.819.000 1.566.142.500 6.012.810.000 7.524.942.500 5.385.497.250 3.321.893.000 3.881.129.000 8.769.430.000 20.161.663.000 3.804.318.100 10.597.356.000 4.376.190.500 693.424.000 1.226.434.000 9.045.159.000 2.917.398.000 2.323.465.000 4.336.913.000 1.407.435.000 7.351.018.000 1.812.770.000 2.842.328.500 – 8.139.139.000 130.270.000 967.137.000 2.545.699.000 1.488.820.000 6.960.389.500 76.670.000 5.340.027.000 2.421.210.000 869.349.000 3.450.000 65.000.000 11.233.224.000 Jumlah 30.158.224.500 34.918.035.500 40.523.005.000 50.252.654.850 155.851.919.850 Ket : Tabel diatas menunjukkan adanya perbedaan nilai produksi tiap triwulan tergantung jumlah produksi dikalikan dengan harga rata-rata ikan di pasaran. Tabel 29 : Produksi Ikan Laut Per Kecamatan Tahun 2009 No Kecamatan Triwulan I ( Kg ) Triwulan II ( Kg ) Triwulan III ( Kg ) Triwulan IV ( Kg ) Jumlah ( Kg ) 1 2 3 4 5 6 7 Sampang Camplong Pangarengan Sreseh Ketapang Banyuates Sokobanah 125.535 418.448 159.771 72.277 1.555.867 1.179.263 292.914 204.177 467.906 102.089 97.835 1.756.774 1.573.865 51.044 105.060. 405.913 85.958 76.407 1.356.228 1.189.087 1.556.798 168.347 570.914 73.194 87.833 2.320.255 1.917.687 2.181.186 603.119 1.863.181 421.012 334.352 6.989.124 5.859.902 4.081.942 Jumlah 3.804.075 4.253.690 4.775.451 7.319.416 20.152.632 Tabel 29 diatas menjelaskan jumlah produksi ikan hasil tangkapan di laut dari semua jenis ikan yang ada di laut per kecamatan di Kabupaten Sampang yang memiliki potensi dibidang kelautan dan perikanan. Tabel 30 : Nilai Produksi Ikan laut Per Kecamatan Tahun 2009 No Kecamatan Triwulan I ( Rp ) Triwulan II ( Rp ) Triwulan IIII ( Rp ) Triwulan IV ( Rp ) Jumlah ( Rp ) 1 2 3 4 5 6 7 Sampang Camplong Pangarengan Sreseh Ketapang Banyuates Sokobanah 995.221.408 3.317.404.695 1.266.645.429 573.006.266 12.334.713.820 9.349.049.595 2.322.183.287 1.676.065.704 3.840.983.905 838.032.852 803.114.816 14.421.148.662 12.919.673.135 419.016.426 891.506.110 3.444.455.425 729.414.090 648.368.080 11.508.533.420 10.090.228.245 13.210.499.630 1.155.811.062 3.919.707.078 502.526.548 603.031.858 15.930.091.588 13.166.195.571 14.975.291.145 4.718.604.284 14.522.551.103 3.336.618.919 2.627.521.020 54.194.487.490 45.525.146.546 30.926.990.488 Jumlah 30.158.224.500 34.918.035.500 40.523.005.000 50.252.654.850 155.851.919.850 Keterangan : Nilai produksi dari masing-masing Kecamatan tiap triwulan tidak sama tergantung harga ikan rata-rata dari kecamatan masing-masing. 3.3.4.2. Tangkapan Di Perairan Umum Tabel 31 : Produksi Ikan Hasil Tangkapan Di Perairan Umum Per Triwulan Per Jenis Ikan di Kabupaten Sampang Pada Tahun 2009 No Jenis Ikan Triwulan I ( Kg ) Triwulan II ( Kg ) Triwulan III ( Kg ) Triwulan IV ( Kg ) Jumlah ( Kg ) 1 2 3 4 5 6 Tawes Mujair Nila Merah Lele Udang Lainnya Ikan Lainnya 245 460 435 – 263 377 110 380 435 175 160 320 124 468 584 170 200 375 – – – – – – 479 1.308 1.454 345 623 1.072 Jumlah 1.780 1.580 1.921 – 5.281 Keterangan : – Jumlah Produksi Perikanan dari hasil tangkapan di Perairan Umum pada tahun 2009 sebesar 5,3 ton, sedangkan target yang diinginkan sebesar 16,5 ton, sehingga realisasinya sebesar 32,1 % dari target daerah yang direncanakan, hal ini disebabkan pada tahun 2009 tidak ada penebaran benih ikan di Perairan Umum dari Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan Sampang karena tidak ada anggaran dari Pemerintah untuk kegiatan tersebut, sehingga capaian program tidak tercapai. Tabel 32: Nilai Produksi Hasil Tangkapan di Perairan Umum Per Triwulan Per Jenis Ikan Di Kabupaten Sampang Tahun 2009 No Jenis Ikan Triwulan I ( Rp ) Triwulan II ( Rp ) Triwulan III ( Rp ) Triwulan IV ( Rp ) Jumlah ( Rp ) 1 2 3 4 5 6 Tawes Mujair Nila Merah Lele Udang Lainnya Ikan Lainnya 980.000 3.790.000 3.480.000 – 3.156.000 1.361.000 440.000 2.660.000 3.480.000 2.800.000 1.920.000 800.000 496.000 3.276.000 4.672.000 2.720.000 2.400.000 1.125.000 – – – – – – 1.916.000 9.726.000 11.632.000 5.520.000 7.476.000 3.286.000 Jumlah 12.767.000 12.100.000 14.689.000 – 39.556.000 Ket : Tabel diatas menunjukkan adanya perbedaan nilai produksi tiap triwulan tergantung jumlah produksi dikalikan dengan harga rata-rata ikan di pasaran. Tabel 33 : Produksi Perairan Umum Per Kecamatan Tahun 2009 No Kecamatan Triwulan I ( Kg ) Triwulan II ( Kg ) Triwulan III ( Kg ) Triwulan IV ( Kg ) Jumlah ( Kg ) 1 2 3 4 Kedungdung Robatal Tambelangan Omben 668 89 667 356 600 79 585 316 730 96 711 384 – – – – 1.998 264 1.963 1.056 Jumlah 1.780 1.580 1.921 – 5.281 Tabel 33 diatas menjelaskan jumlah produksi ikan hasil tangkapan di Perairan Umum dari semua jenis ikan yang ada di laut per Kecamatan di Kabupaten Sampang yang memiliki potensi dibidang kelautan dan perikanan. Tabel 34 : Nilai Produksi Perairan Umum Per Kecamatan Tahun 2009 No Kecamatan Triwulan I ( Rp ) Triwulan II ( Rp ) Triwulan III ( Rp ) Triwulan IV ( Rp ) Jumlah ( Rp ) 1 2 3 4 Kedungdung Robatal Tambelangan Omben 4.851.460 638.350 4.723.790 2.553.400 4.598.000 605.000 4.477.000 2.420.000 5.581.820 734.450 5.434.930 2.937.800 – – – – 15.031.280 1.977.800 14.635.720 7.911.200 Jumlah 12.767.000 12.100.000 14.689.000 – 39.556.000 Keterangan : Nilai produksi dai masing-masing Kecamatan tiap triwulan tidak sama tergantung harga ikan rata-rata dari kecamatan masing-masing. 3.3.4.3. Budidaya Di Tambak ( Air Payau ) 3.3.4.3.1. Produksi Hasil Tambak Per Jenis Ikan Wilayah Pantai Selatan Kabupaten Sampang banyak memberikan sumbangan produksi, dimana berdasarkan jenis komoditi yang dibudidayakan, produksi tambak cukup bervariasi. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel 35 : Produksi Ikan / Udang Hasil Budidaya di Tambak Per Triwulan Per Jenis Ikan Di Kabupaten Sampang Tahun 2009 No Jenis Ikan Triwulan I ( Kg ) Triwulan II ( Kg ) Triwulan III ( Kg ) Triwulan IV ( Kg ) Jumlah ( Kg ) 1 2 3 4 5 6 7 8 Bandeng Balanak Mujair Ikan Lainnya Udang Windu Udang Putih Udang Lainnya Kepiting 190.500 11.750 7.125 4.150 47.275 6.060 10.250 – 91.703 19.667 7.054 3.862 28.613 6.561 9.186 250 49.250 10.400 8.200 1.900 4.900 5.875 9.340 700 85.250 10.150 7.075 1.350 48.395 7.110 10.575 360 416.703 51.967 29.454 11.262 129.183 25.606 39.351 1.310 Jumlah 277.110 166.896 90.565 170.265 704.836 Keterangan : – Jumlah Produksi Perikanan dari hasil budidaya di tambak pada tahun 2009 sebesar 704,8 ton, sedangkan target yang diinginkan sebesar 1500 ton, sehingga realisasinya sebesar 47% dari target yang direncanakan. Ini disebabkan pada tahun 2009 mengalami penurunan daya dukung lahan dan daya dukung air. Sehingga capaian program yang diinginkan tidak tercapai. 3.3.4.3.2. Nilai Produksi Hasil Tambak Per Jenis Ikan Tabel 36 : Nilai Produksi Ikan / Udang Hasil Budidaya Di Tambak Per Triwulan Per Jenis IkanDi Kabupaten Sampang Tahun 2009 No Jenis Ikan Triwulan I ( Rp ) Triwulan II ( Rp ) Triwulan III ( Rp ) Triwulan IV ( Rp ) Jumlah ( Rp ) 1 2 3 4 5 6 7 8 Bandeng Balanak Mujair Ikan Lainnya Udang Windu Udang Putih Udang Lainnya Kepiting 3.120.100.000 93.650.000 60.037.500 12.450.000 1.906.750.000 177.780.000 151.800.000 – 1.558.951.000 112.676.900 56.432.000 19.310.000 11.287.585.000 215.080.000 146.976.000 8.750.000 837.250.000 88.400.000 61.500.000 13.300.000 245.000.000 235.000.000 149.440.000 35.000.000 1.330.850.000 91.975.000 57.112.500 4.850.000 1.978.500.000 260.280.000 157.000.000 18.000.000 6.847.151.000 386.701.900 235.082.000 49.910.000 15.417.835.000 888.140.000 605.216.000 61.750.000 Jumlah 5.522.567.500 13.405.760.900 1.664.890.000 3.898.567.500 24.491.785.900 Ket : Tabel diatas menunjukkan adanya perbedaan nilai produksi tiap triwulan tergantung jumlah produksi dikalikan dengan harga rata-rata ikan di pasaran. 3.3.4.3.3. Produksi Hasil Tambak Per Kecamatan Tabel 37 : Produksi Ikan / Udang Hasil Budidaya Di Tambak Per Kecamatan Tahun 2009 No Kecamatan Triwulan I ( Kg ) Triwulan II ( Kg ) Triwulan III ( Kg ) Triwulan IV ( Kg ) Jumlah ( Kg ) 1 2 3 4 5 Sampang Camplong Pangarengan Sreseh Jrengik 41.566 13.856 77.591 88.675 55.422 25.034 8.345 46.731 53.407 33.379 13.585 4.528 25.358 28.981 18.113 25.540 8.513 47.674 54.485 34.053 105.725 35.242 197.354 225.548 140.967 Jumlah 277.110 166.896 90.565 170.265 704.836 Tabel 37 diatas menjelaskan jumlah produksi ikan hasil budidaya di Tambak dari semua jenis ikan yang di budidayakan di tambak per Kecamatan di Kabupaten Sampang . 3.3.4.3.4. Nilai Produksi Hasil Tambak Per Kecamatan Tabel 38 : Nilai Produksi Ikan / Udang Hasil Budidaya Di Tambak Per Kecamatan Tahun 2009 No Kecamatan Triwulan I ( Rp ) Triwulan ( Rp ) Triwulan III ( Rp ) Triwulan IV ( Rp ) Jumlah ( Rp ) 1 2 3 4 5 Sampang Camplong Pangarengan Sreseh Jrengik 828.385.125 276.128.375 1.546.318.900 1.767.221.600 1.104.513.500 2.010.864.135 670.288.045 3.753.613.052 4.289.843.488 2.681.152.180 249.733.500 83.244.500 466.169.200 532.764.800 332.978.000 584.785.125 194.928.375 1.091.598.900 1.247.541.600 779.713.500 3.673.767.885 1.224.589.295 6.857.700.052 7.837.371.488 4.898.357.180 Jumlah 5.522.567.500 13.405.760.900 1.664.890.000 3.898.567.500 24.491.785.900 Keterangan : Nilai produksi dai masing-masing Kecamatan tiap triwulan tidak sama tergantung harga ikan rata-rata dari kecamatan masing-masing. 3.3.4.4 . Produksi Ikan Air Tawar Menurut Jenisnya 3.3.4.4.1. Produksi Ikan Air Tawar dari hasil budidaya di kolam di dominasi oleh ikan lele, karena ikan ini mudah dipelihara. Dari potensi seluas 16.412 Ha dapat memproduksi ikan air tawar sebagaimana pada tabel dibawah ini. Tabel 39 : Produksi Ikan Hasil Budidaya Di Kolam Per Triwulan Per Jenis Ikan Di Kabupaten Sampang Tahun 2009 No Jenis Ikan Triwulan I ( Kg ) Triwulan II ( Kg ) Triwulan III ( Kg ) Triwulan IV ( Kg ) Jumlah ( Kg ) 1 2 3 4 5 Tawes Mujair Nila Merah Lele Tombro 180 256 269 27.625 – 86 110 109 24.430 – – – – 7.360 – 55 85 85 15.795 – 321 451 463 75.210 – Jumlah 28.330 24.735 7.360 16.020 76.445 Keterangan : – Jumlah Produksi Perikanan dari hasil budidaya di kolam pada tahun 2009 sebesar 76,4 ton, sedangkan target yang diinginkan sebesar 98,0 ton, sehingga realisasinya sebesar 77,9 % dari target yang direncanakan. Hal ini disebabkan pada tahun 2009 terjadi perubahan suhu yang sangat drastis dan mutu benih ikan yang ditanam kurang baik. Sehingga banyak ikan yang mati dan capaian program tidak tercapai. 3.3.4.4.2. Nilai Produksi Ikan Tawar Menurut Jenisnya Tabel 40 : Nilai Produksi Ikan Hasil Budidaya Di Kolam Per Triwulan Per Jenis Ikan Di Kabupaten Sampang Tahun 2009 No Jenis Ikan Triwulan I ( Rp ) Triwulan II ( Rp ) Triwulan III ( Rp ) Triwulan IV ( Rp ) Jumlah ( Rp ) 1 2 3 4 5 Tawes Mujair Nila Merah Lele Tombro 720.000 2.005.500 807.000 386.750.000 – 344.000 880.000 727.000 367.400.000 – – – – 102.260.000 – 220.000 637.500 255.000 231.000.000 – 1.284.000 3.523.000 1.789.000 1.087.410.000 – Jumlah 390.282.500 369.351.000 102.260.000 232.112.500 1.094.006.000 Ket : Tabel diatas menunjukkan adanya perbedaan nilai produksi tiap triwulan tergantung jumlah produksi dikalikan dengan harga rata-rata ikan di pasaran. 3.3.4.4.3. Produksi Ikan Air Tawar Per Kecamatan Tahun 2009 Untuk dapat mengetahui produksi ikan per kecamatan dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel 41 : Produksi Ikan Hasil Budidaya di Kolam Air Tawar Per Kecamatan Tahun 2009 No Kecamatan Triwulan I ( Kg ) Triwulan II ( Kg ) Triwulan III ( Kg ) Triwulan IV ( Kg ) Jumlah ( Kg ) 1 2 3 4 5 6 Sampang Camplong Torjun Omben Banyuates Ketapang 4.249 4.250 3.116 2.550 8.499 5.666 3.463 3.958 2.721 2.226 7.420 4.947 1.030 1.178 810 662 2.208 1.472 2.243 2.563 1.762 1.442 4.806 3.204 10.985 11.949 8.409 6.880 22.933 15.289 Jumlah 28.330 24.735 7.360 16.020 76.445 Tabel 41 diatas menjelaskan jumlah produksi ikan hasil budidaya di Kolam Air Tawar dari semua jenis ikan yang di budidayakan di kolam air tawar per Kecamatan di Kabupaten Sampang . 3.3.4.4.4. Nilai Produksi Ikan Air Tawar Per Kecamatan Tahun 2009 Tabel 42 : Nilai Produksi Ikan Hasil Budidaya Di Kolam Air Tawar Per Kecamatan Tahun 2009 No Kecamatan Triwulan I ( Rp ) Triwulan II ( Rp ) Triwulan III ( Rp ) Triwulan IV ( Rp ) Jumlah ( Rp ) 1 2 3 4 5 6 Sampang Camplong Torjun Omben Banyuates Ketapang 54.639.550 62.445.200 42.931.075 35.125.425 117.084.750 58.056.500 51.709.140 59.096.160 40.628.610 33.241.590 110.805.300 73.870.200 14.316.400 16.361.600 11.248.600 9.203.400 30.678.000 20.452.000 32.495.750 37.138.000 25.532.375 20.890.125 69.633.750 46.422.500 153.160.840 175.040.960 120.340.660 98.460.540 328.201.800 198.801.200 Jumlah 370.282.500 369.351.000 102.260.000 232.112.500 1.074.006.000

Keterangan : Nilai produksi dari masing-masing Kecamatan tiap triwulan tidak sama tergantung harga ikan rata-rata dari kecamatan masing-masing.