qurban

Hari Raya Kurban : Ikhlas, Sehat dan Semangat

Oleh : * Arif Rahman Hakim, drh

Idul Adha. Hari Raya Idul Adha atau Hari raya Kurban memiliki arti penting bagi seluruh umat Islam. Mengapa disebut penting? Karena Hari Raya Kurban memberikan kesempatan emas bagi umat Islam untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Semangat berkurban telah dicontohkan oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail as. “ Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “ Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu! “ ia menjawab: “ Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; Insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar” (Ash Shaaffaat:102). Jika kita perhatikan bagaimana Nabi Ibrahim as ‘begitu teganya’ akan ‘menyembelih’ Nabi Ismail as sebagai tanda cinta kepada Allah SWT walaupun Nabi Ismail as adalah putra yang telah lama diidamkan.

Jika kejadian tersebut ‘menimpa’ kita, apa yang akan kita perbuat?. Mungkinkah Iman dan ketaqwaan kita sedahsyat Nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail as.? Mungkinkah kita punya sedikit nyali untuk melakukan hal yang sama, rela berkorban untuk yang teramat dicintai. Mungkin iya,ragu-ragu atau tidak, hanya diri kita sendiri yang tahu jawabannya.

Semangat berkurban seperti yang dicontohkan Nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail as dapat kita aplikasikan pada Hari Raya Kurban. Kita tidak harus ‘menyembelih’ putra kita, sebagai gantinya kita cukup menyembelih sapi, kambing atau domba menurut kemampuan kita masing-masing.

Setelah memiliki semangat jiwa berkurban, ada hal lain yang perlu mendapat perhatian tentang berkurban. Salah satu hal penting yang wajib diperhatikan adalah syarat hewan kurban. Mengapa harus ada syarat tertentu tentang hewan kurban? “ Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam ( Habil dan Qabil ) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua ( Habil ) dan tidak diterima dari yang lain ( Qabil ). Ia berkata ( Qabil ): “ Aku pasti membunuhmu! “. Berkata Habil: “ Sesungguhnya Allah hanya menerima ( korban ) dari orang-orang yang bertaqwa “ (Al-Maidah Ayat 27). Berdasar Ayat tersebut, mengapa kurban Habil diterima, sedang kurban Qabil tidak? Ternyata Habil ‘berkurban’ domba yang kualitasnya baik sedang Qabil ‘berkurban’ buah-buahan yang kualitasnya kurang baik. Apakah Allah SWT cukup ‘matre’ untuk hanya menerima buah-buahan dengan kualitas kurang baik dan lebih menerima domba dengan kualitas baik, bukankah Allah SWT sudah memiliki semuanya?.

Jangan berburuk sangka dulu Saudara!!!. Kualitas hewan kurban yang kita persembahkan sebenarnya mencerminkan kadar keimanan dan keikhlasan kita, bukankah hakikat berkurban adalah memberikan yang terbaik dari yang kita miliki. Walaupun banyak diantara kita menganggap sepele hal tersebut,alasan klasik ‘Sibuk atau gak sempat’ untuk sekedar memilih hewan kurban. Sudut pandang kita jangan sampai terbalik, jangan seolah-olah Allah SWT yang butuh kurban kita padahal sebenarnya kitalah yang secara mutlak membutuhkan Allah SWT lewat kurban untuk bisa lebih mendekatkan diri.

Sehat. Hewan kurban yang akan kita persembahkan hendaknya memenuhi persyaratan ‘administrasi’. Sebenarnya cukup mudah bagi kita untuk mendapatkan hewan kurban yang sesuai syariat, yaitu: 1. Hewan itu sehat dan tidak cacat fisik, misalnya : tidak pincang, tidak buta sebelah, ekor tidak terpotong dan tidak terlalu kurus. 2. Umur hewan Kurban : a. Domba atau kambing yang telah berumur 1 tahun (yang telah berganti gigi) atau lebih, b. Sapi yang telah berumur 2 tahun (yang telah berganti gigi) atau lebih. Cukup mudah bukan untuk memilih hewan kurban.

Setelah lolos persyaratan ‘administrasi’, hewan kurban hendaknya diperiksa lagi untuk melindungi ‘konsumen’ dari bahaya penyakit menular kepada manusia (Zoonosis) oleh petugas yang berwenang. Panitia penyelenggara penyembelihan hewan kurban hendaknya lebih pro aktif menginformasikan tentang kegiatan penyembelihan hewan kurban. Adapun Pemeriksaan tersebut meliputi pemeriksaan ante mortem (sebelum penyembelihan) dan pemeriksaan post mortem (setelah penyembelihan) agar daging kurban yang dihasilkan memenuhi syarat dalam hal kesehatan. Mungkin kita berpikir terlalu ribet untuk hanya sekedar berkurban harus melalui berbagai macam ‘ aturan ‘, akan tetapi jika kita perhatikan kisah Habil dan Qabil tadi, mungkin ‘ aturan ‘ tersebut sebagai bukti kadar keimanan dan keikhlasan kita.

Hal terakhir yang wajib mendapat perhatian adalah cara memotong atau menyembelih hewan kurban. Cara menyembelih hewan kurban menurut syariat Islam adalah hewan dijatuhkan dilantai, diatas lubang tanah yang telah disediakan, tanduk ternak diputar kearah lantai sehingga hidung mengarah keatas, kepala ternak harus mengarah keselatan dan ekornya mengarah ke utara, muka dan kaki ternak mengarah kekiblat, sedangkan penyembelih harus berdiri disebelah timur leher, tenggorokan dan kerongkongan diputus dengan sekali tebas. Cara menyembelih tersebut hendaknya diperhatikan karena selain sesuai dengan syariat islam juga sangat memperhatikan aspek kesrawan (kesejahteraan hewan). Bukankah Hewan juga mempunyai hak diperlakukan selayaknya hewan.

Adapun pelaksanaan Kurban setelah sholat Idul Adha sampai 3 hari sesudahnya ( hari-hari tasyrik ), jadi ada 4 hari kesempatan bagi kita untuk menyembelih hewan kurban. Nabi Bersabda : “ Barang siapa menyembelih kurban sebelum sholat Hari Raya Haji serta sesungguhnya ia menyembelih untuk dirinya sendiri dan barang siapa menyembelih kurban sesudah Sholat Hari Raya Haji dan dua khutbahnya, sesungguhnya ia telah menyempurnakan ibadahnya dan ia telah menjalani islam “ ( HR. Bukhori ).

Semangat. Akhirnya, semoga Idul Adha atau hari raya kurban tahun ini mampu merubah kita menjadi manusia yang lebih baik. Semangat berkurban dapat lebih kita tingkatkan lagi. Semangat untuk berbagi dengan sesama yang kurang beruntung. Semangat untuk memberikan yang terbaik bagi yang tercinta. Semangat untuk bisa lebih dekat lagi dengan Allah SWT. Semangat!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s