DIABETES MELLITUS PADA ANJING

Saya yakin bagi pembaca pasti akan bertanya, apakah anjing juga bisa menderita diabetes mellitus? Jawabannya ya. Curigai anjing menderita diabetes bila semakin kurus namun lebih kelaparan dan haus, lebih sering kencing dengan frekuensi dan jumlah yang banyak.

Pada manusia, diabetes dikenal dalam 2 gambaran klinis. Juvenile yaitu pada saat pertumbuhan, biasanya umur muda, ketosis-prone, hipoinsulinemia, insulin dependent, yang juga digolongkan sebagai tipe I. Sedangkan tampilan klinis yang lain adalah pada umur dewasa atau tua, ketosis-resistant, non insulin dependent, noninsulinemia, gemuk, yang juga digolongkan sebagai tipe II. Dengan berkembangnya teknik pemeriksaan insulin pada anjing, telah dibandingkan tipe diabetes mellitus pada anjing dan manusia. Tipe diabetes pada anjing yang paling sering adalah diabetes mellitus yang mirip dengan diabetes mellitus tipe I pada manusia, yaitu insulin dependent diabetes. Beberapa kasus juga diduga menderita diabetes tipe II.

Sebagian besar anjing penderita diabetes mengalami hipoinsulinemia absolut dan relative, gangguan sekresi insulin, membutuhkan injeksi insulin dan ada kecenderungan mengalami ketoasidosis. Penyakit ini dapat terjadi pada anjing semua umur.

Apa gejala anjing yang menderita diabetes? Gejala utama yang tampak adalah anjing sering makan, minum dan sering kencing atau polifagia, polidipsia dan poliuria. Hal ini karena gula darah tidak dapat masuk ke dalam sel sehingga tubuh “selalu merasa lapar”, dan tingginya kadar gula darah akan menyebabkan glukosuria (air kencing mengandung gula) dan poliuria akibat osmotik diuresis karena tingginya gula dalam urine. Gejala lain adalah kehilangan berat badan. Kasus lain kadang juga diikuti adanya kebutaan akibat pembentukan katarak yang sebetulnya merupakan akibat sekunder berkaitan dengan keparahan dan durasi hiperglikemia.

Curigai anjing menderita diabetes mellitus bila anjing menunjukkan gejala anjing kencing lebih sering dan lebih banyak dari biasanya, lebih banyak makan dan cepat lapar namun justru kehilangan berat badan dan adanya gejala kebutaan serta tampak adanya pembentukan katarak. Pada pemeriksaan kadar glukosa darah sangat tinggi (lebih dari 200 mg/dl) meski dalam keadaan puasa, dimana seharusnya 70 sampai 110 mg/dl. Kasus yang saya temukan pada anjing bahkan mencapai angka lebih dari 650 mg/dl kadar gula puasa dan lebih dari 720 mg/dl kadar gula pasca makan. Bisa dipastikan bila anjing dengan gejala polifagia, polidipsia dan poliuria dengan hasil pemeriksaan kadar gula darah tinggi dan glukosuria adalah menderita diabetes mellitus. Namun tidak, bila hasil pemeriksaan gula darah lebih rendah dari 150 mg/dl dan tidak ditemukan glukosuria. Glukosuria baru terjadi bila kadar gula darah 180 sampai 220 mg/dl atau lebih.

 

FROM : VETERINER DUNIA SAYA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s