New Neurological Distemper Symptom

Drh. Tatang Cahyono
Akupunturis, Herbalis, Praktisi di
PDHB Drh. Cucu Kartini – Jakarta

New Neurological Distemper Symptom

Canine Distemper adalah penyakit yang sangat menular dan mematikan pada anjing, disebabkan oleh Paramyxovirus.

Patogenitasnya dengan melakukan replikasi virus pada jaringan limpatic saluran pernafasan kemudian terjadi viremia infeksi saluran pencernaan, urogenital epithel, syaraf serta kulit, imunosupresif dengan menurunnya kekebalan humoral.

Gejala klinis ditandai dengan demam 3-6 hari, leukopenia, discharge pada hidung, mucoporulen pada mata dan anorexia, gangguan yang sistemik disertai terjadinya gejala syaraf, hyperkeratosis
pada telapak kaki (hardpad disease), hiperkinesia pada otot wajah, kaki,terjadi keumpuhan, ataxia, konvulsi dan inkoordinasi dagu.

Lesi yang ditimbulkan hyperkeratosis pada kaki dan hidung, nekrosis jaringan limpa, enteritis dll.

Diagnosis Paramyxovirus, dengan melakukan test sensisitivitas distemper. Treatment yang dapat dilakukan dengan memberikan makanan yang cukup, pemberian vitamin, antibiotic untuk mencegah infeksi sekunder. Meskipu demikian hasil dari treatment yang dibeikan belum begitu memuaskan.

Pencegahaan dengan peng-ulangan vaksinasi. Menyikapi outbreak distemper sekitar 6 bulan terakhir terutama didaerah Jabodetabek yang grafiknya meningkat berdasarkan hasil observasi pasien dilapangan. Data yang diperoleh dari treatment penanganan adalah kasus Distemper syaraf.

Sejarah pasien yang mengalami kasus Distemper syaraf biasanya belum dilakukan vaksinasi secara lengkap, booster vaksinasi yang tidak teratur jadwalnya, vaksinasi pertama umur 6 minggu dengan Parvo Virus ketika akan divaksin lanjutan sudah terinfeksi Distemper Virus.

Penularan sangat cepat, melalui kontak langsung, terkena lendir saliva, atau lewat aerosol. Apabila dalam satu rumah ada anjing yang terinfeksi maka anjing lainnya biasanya akan tertular. Kejadian kasus Distemper disemua umur mulai umur 2 bulan sampai 14 tahun masih bisa terserang dan jika dinyatakan sudah sembuh dari Distemper, untuk kasus sekarang ini masih bisa terserang untuk yang kedua atau yang ketiga kalinya. Jika sudah terkena serangan yang ketiga kalinya biasanya sulit untuk tertolong. Distemper tidak mengenal ras anjing, termasuk anjing kampung atau campuran juga bisa tertular. Diketahui bahwa jenis Anjing Pomeranian merupakan jenis yang paling lemah daya tahan tubuhnya terhadap Distemper Virus.

Patogenitas perjalan virus sangat variatif, tanpa melalui tahapan seperti gangguan pernafasan, lalu menyerang saluran pencernaan, diikuti kuit kemudian syaraf. Distemper syaraf yang terjadi langsung menyebabkan gangguan syaraf kemudian diikuti gangguan infeksi sekunder atau Distemper sistemik yang komplikasi.

Serangan virus hingga menyebabkan kematian juga sangat variasi tergantung dari gejala klinis yang muncul. Untuk yang akut biasanya 1-2 minggu anjing sudah mengalami kematian, untuk tipe yang kronis dalam 1 bulan sampai 4 bulan post infeksi yang pertama.

Gejala Klinis yang muncul bisa dikategorikan dalam 4 stadium sebagai berikut :

Stadium 1
Terjadi inkoordinasi gerak pada otot kaki depan atau wajah atau kelopak mata atau kaki belakang. Anjing masih sangat lincah dan tidak menampakkan gejala sakit. Nafsu makan masih normal

Stadium 2
Terjadi inkoordinasi gerak yang lebih kencang biasanya sudah 2 kaki belakang atau depan. pembuluh darah di mata melebar, merintih kesakitan, sulit tidur, nafsu makan turun, berat badan turun, jika berjalan mulai terjatuh.

Stadium 3
Rintihan sangat kuat hampir 24 jam. Terjadi hiper salviasi dari mulut. Mulut mulai mengunci, kejang-kejang, konvulsi, mulai lumpuh, sulit berdiri, makan disuapi, lemas, pembuluh darah mata melebar sehingga mata tampak merah sekali, inkoordionasi gerak, hiperkeratosis.

Stadium 4
Sudah tidak ada rintihan karena kerusakan pita suara, atau hanya kadang-kadang saja. Mata merah sampai tidak ada reflek, hidung kering, inkoordinasi gerak mulai dari otot wajah, kelopak mata, kaki depan dan belakang, otot perut dan dada, dispenu, lumpuh, kuit mulai luka, kaki bisa tertekuk seperti cakar ayam, leher bisa melingkar seperti huruf U.

Diagnosa

  • Gejala klinis yang sangat khas
  • Tes uji distemper pada stadium 1 atau 2 biasanya pada fase awal infeksi penyakit biasanya negative, tetapi apabila perjalanan penyakit sudah 3-4 minggu tes menjadi positif
  • Tes uji distemper akan positif apabila virus sangat ganas sehingga gejala penyakit dari stadium 1 ke 2, kemudian 2 ke 3sangat cepat hanya perlu beberapa hari saja
  • Tes uji distemper biasanya positif pada stadium 3 dan 4 baik yang tipe akut atau kronis


Prognossa

  • Stadium 1 prognossanya untuk yang tipe kronis 80% baik, tetapi hiperkinesia musculus tetap ada, sebagian saja yang dapat kembali normal
  • Stadium 2 prognossanya 50%, untuk tipe akut ataupun kronis
  • Stadium 3 prognossanya 10% untuk bertahan hidup
  • Stadium 4 prognossanya 1 % untuk bertahan hidup


Treatment

  • Pemberian vitamin, antibiotik, treatmen medice lainnya
  • Pemberian makan yang sering untuk menggantikan energi yang hilang karena anjing merintih kesakitan, tidak bisa tidur dan inkoordinasi anggota gerak. Makanan yang banyak mengan-
    dung protein sangat baik untuk daya tahan tubuhnya dan pemu-lihan kesehatannya, kaki ayam yang direbus baik pula untuk kekuatan otot dan syarafnya
  • Pola hidup dijemur setiap pagi sekitar jam 7 sampai 8 pagi, jangan ditempatkan pada ruangan dingin atau ber-AC. Hindari dari lingkungan yang panas atau angin yang kencang karena akan menurunkan kondisi tubuhnya sehingga penyakit bertambah parah
  • Pisahkan dari anjing lainnya karena sangat menular dan apabila yang lain tertular maka akan terjadi reinfeksi Distemper
  • Alas karet yang berlubang pada kandang,pemberian minyak atau lotion untuk telapak kaki yang mengeras, dan sering dilatih untuk berdiri atau jalan-jalan pada waktu pagi dan sore sekitar 5-10 menit, jangan terlalu lama karena akan melemaskan otot kaki serta jangan naik turun tangga
  • Jaga kebersihan kandang dan anjing untuk mengurangi infeksi sekunder
  • Treatment dengan akupuntur sangat membantu untuk mengeliminasi perkembangan virus, sehingga stadiumnya bertahan distadium 1 atau 2 saja, untuk yang stadium 3 akan menurun ke stadium 2 dan mampu bertahan hidup serta tidak mengalami kelumpuhan.

Pembahasan treatment akupuntur untuk distemper syaraf akan dibahas pada kesempatan berikutnya.


Pencegahan

  • Pola hidup yang baik untuk anjing dengan memberikan psikologis yang baik dengan kasih sayang
  • Hindari stress karena cuaca, lingkungan, perlakuan sehingga imunosupressif dari faktor stress akan dikurangi
  • Pemberian makanan yang berkualitas
  • Kontrol kesehatan ke dokter hewan secara rutin
  • Vaksinasi yang pertama dengan vaksin yang berkualitas dan berikan vaksin yang terdapat kandungan Parvo Virus dan Distemper Virus sehingga kejadian serangan Distemper di awal pada umur 8 minggu dapat ditanggulangi.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s