PERIKANAN

BIDANG PERIKANAN

Luasnya wilayah perairan Indonesia yang didukung oleh kondisi oceanografi perikanan memberikan kontribusi yang sangat penting sebagai modal dasar pembangunan  nasional yang sangat potensial.

Kabupaten  Sampang  merupakan salah satu Kabupaten di Pulau Madura yang memiliki potensi di sektor Perikanan yang cukup besar.  Perikanan di Kabupaten Sampang meliputi perikanan laut, perairan umum, tambak  dan kolam.    Oleh karena itu pemanfaatan sumberdaya ikan dioptimalkan secara rasional sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan bagi pendapatan masyarakat nelayan, pembudidaya ikan, pengolah ikan dan perolehan devisa negara.

Pembangunan perikanan diarahkan pada kegiatan peningkatan kualitas sumberdaya manusia, peningkatan gizi masyarakat pada umumnya.  Yang mana secara garis besar pelaksanaan pembangunan tidak terlepas dari rencana strategis yang sudah diprogramkan melalui beberapa kegiatan, yaitu :

4.1.  PENANGKAPAN IKAN

Pada tahun 2009 di sub bidang penangkapan ikan, program kerja dapat dijabarkan dalam tugas pokok dan fungsi sebagaimana yang tertuang dalam kegiatan  berikut ini :

-              Mengadakan Pelatihan Penggunaan Teknologi Penangkapan Ikan ( GPS dan fishfinder )

Ilmu pengetahuan dan teknologi memegang peranan penting dalam upaya mewujudkan cita-cita masyarakat yang adil dan makmur.  Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam semua bidang termasuk didalamnya bidang perikanan tangkap, menuntut stakeholder bidang perikanan untuk terus – menerus meningkatkan ketrampilan dalam hal penguasaan teknologi penangkapan agar dapat meng-akses penggunaan teknologi dengan tepat.  Aplikasi penggunaan peralatan navigasi yang dikenal dengan sebutan GPS ( global positioning system ) dan fishfinder sebagai alat bantu pada kapal perikanan banyak memberikan manfaat, yaitu :

-            Dapat menentukan posisi kapal dan  fishingground (daerah penangkapan ikan )

-            Ditemukannya sumberdaya perikanan

-            Penempatan alat penangkap ikan yang stasioner ( menetap )

-            Adanya efisiensi dan efektifitas operasi penangkapan

-            Untuk mengetahui jalur – jalur penangkapan.

Kegiatan pelatihan penggunaan teknologi alat tangkap yang berupa praktek penggunaan peralatan navigasi sebagai alat bantu pada kapal penangkap ikan telah dilaksanakan oleh Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Sampang dalam Tahun Anggaran 2009, dengan tujuan antara lain :

1. Mendorong nelayan untuk meningkatkan ketrampilan memanfaatkan penggunaan teknologi navigasi sebagai alat bantu pennagkapan ikan.

2. Mendorong nelayan untuk memanfaatkan sumberdaya alam perikanan lepas pantai

3. Untuk meningkatkan pendapatan nelayan dan kemampuan dalam manajemen usaha penangkapan.

Sasaran yang telah dicapai dalam kegiatan pelatihan ini adalah sasaran operasional yang meliputi : 12 orang nelayan dari 3 kecamatan ( Banyuates, Ketapang dan Sokobanah ) yang mana masing – masing kecamatan terdiri atas 4 orang nelayan.  Sedangkan sasaran fungsionalnya, nelayan mendapatkan ilmu pengetahuan dan skill ( ketrampilan ) terutama dibidang peralatan navigasi sebagai alat bantu penangkapan ikan.  Pelatihan ini selain melibatkan nelayan sebagai peserta pelatihan juga 2 ( dua ) orang instruktur dari UPTPPI ( Unit Pelaksana Teknis Pengembangan Penangkapan Ikan ) Probolinggo yang berlokasi di perairan laut jawa dengan fishing base ( titik keberangkatan ) di Desa Ketapang Daya Kecamatan Ketapang.

, aAplikasi Fishfinder ”Hydro-Acoustic” dan GPS dalam Teknologi Pencarian Ikan

Global Positioning System (GPS) menyediakan informasi posisi dan waktu secara terus menerus di berbagai tempat di bumi. Karena GPS dapat diakses oleh sejumlah user yang tidak terbatas, maka GPS adalah sebuah sistem yang pasif. Oleh karena itu, user hanya dapat menerima sinyal satelit dengan bantuan GPS receiver.

GPS merupakan alat  bantu navigasi yang bekerja berdasarkan penerimaan gelombang radio dari beberapa satelit yang mengorbit untuk mengetahui posisi, merekam arah haluan dan kecepatan kapal.   Cara kerja GPS adalah dengan menggunakan jarak satelit untuk menentukan posisi kapal dalam hubungannya dengan penempatan satelit yang mengorbit bumi.  Bila seluruh satelit berada di orbit, maka posisi kapal dapat diketahui secara akurat dimana saja selama 24 jam.

Penggunaan teknologi GPS sangat membantu pekerjaan – pekerjaan survey pemetaan, topografi, hydrografi, geologi, land survey, dan juga bisa dimanfaatkan sebagai alat bantu navigasi pencarian ikan. Bahkan ada beberapa tipe GPS yang digunakan untuk hobby. Seperti kegiatan memancing, mendaki gunung, travelling, serta olah raga.

. Teknologi ini menggunakan suara atau bunyi untuk melakukan pendeteksian.

Penggunaan teknologi ini sangat membantu dalam pencarian sumberdaya ikan yang baru, sehingga akan mempercepat pengambilan keputusan atau kebijakan, terutama untuk menetapkan daerah penangkapan ikan agar potensi ikan dapat dipertahankan .

Data dan informasi juga dapat diperoleh melalui hasil survei akustik pada perairan yang sama selama beberapa waktu pengamatan, sehingga diharapkan dapat menghasilkan informasi yang lebih akurat tentang keberadaan ikan yang menjadi tujuan penangkapan.

Informasi ini kemudian disampaikan kepada pihak pengguna, misalnya nelayan atau pengusaha penangkap ikan dalam melakukan operasi penangkapan sehingga kapal-kapal ikan dapat begerak ke daerah yang dimaksud, sehingga dengan demikian dapat menekan biaya operasional kapal-kapal tersebut.

Gambar 2 :  Hasil Penangkapan Ikan dengan Bantuan Fishfinder dan GPS

Peralatan canggih berupa fish finder dan perlengkapan Global Positioning System (GPS) sebenarnya dapat diterapkan pada nelayan-nelayan yang ada di Indonesia karena hal tersebut dapat memudahkan nelayan mengetahui posisi ikan. Alat tersebut dimungkinkan dapat mengurangi beban nelayan akibat kenaikan Bahan Bakar.

Namun dalam kegiatan pelatihan ini tidak terlepas dari hambatan / permasalahan yang timbul, antara lain :

-          Rendahnya tingkat pendidikan nelayan

-          Alokasi waktu pelatihan yang relatif singkat

-          Keterbatasan sarana pelatihan

Untuk mengatasi semua hambatan / permasalahan tersebut diatas maka perlu adanya program tindak lanjut dari Dinas Kelautan, Perikanan dan peternakan Kabupaten Sampang untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan nelayan melalui suatu pelatihan dan pembinaan   serta  waktu pelatihan  yang tidak terlalu buru-buru dan adanya dukungan dana, sehingga nantinya akan bisa meningkatkan pendapatan nelayan.

-          Mengadakan penyuluhan pelestarian dan pemanfaatan sumberdaya ikan bagi nelayan yang berlokasi di Kecamatan Sampang, Camplong, Pangarengan dan Sreseh.  Pelaksanaannya dilakukan secara bergantian dengan tujuan untuk melindungi, melestarikan dan memanfaatkan plasma nuftah sumberdaya ikan.

-          Mengadakan pembinaan penanganan hasil tangkapan atau pasca panen di atas kapal, dengan harapan agar produksi ikan hasil tangkapan di laut sesampainya di darat ikan hasil tangkapan tidak mengalami kerusakan dan kebusukan.  Sasaran dari pembinaan ini adalah nelayan di kecamaan Ketapang, Banyuates dan Sokobanah.

-          Mengadakan penyuluhan tentang pentingnya pungutan perikanan yang berupa surat ijin usaha penangkapan ikan ( SIUP ) dengan tujuan agar nelayan yang menangkap ikan diwajibkan memiliki identitas penangkapan, sehingga nantinya tidak akan mengalami kerugian akibat tertangkapnya oleh petugas Keamanan Perikanan dan Kelautan Terpadu ( KAMLADU ) pada saat melakukan kegiatan penangkapan di laut.

Guna menunjang pembangunan sub sektor kelautan dan perikanan di Kabupaten Sampang, khususnya di bidang usaha kelautan dan perikanan dalam rangka perluasan kesempatan kerja dan peningkatan taraf hidup bagi Nelayan dan Petani Ikan serta terbinanya kelestarian sumber daya laut dan sumber daya ikan dan lingkungannya, maka perlu adanya usaha-usaha yang mengarah kepada peningkatan pelayanan, pembinaan, perlindungan dan pengawasan.  Untuk itu dipandang perlu adanya retribusi usaha kelautan dan perikanan di Kabupaten Sampang sesuai Peraturan Daerah ( PERDA ) Nomor : 28 Tahun 2002.

Tabel 43 : Data Retribusi dan Jumlah Ijin Usaha Kelautan dan Perikanan                       Tahun 2009

No Bulan Unit Retribusi (Rp)
1  

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

Januari  

Pebruari

Maret

April

Mei

Juni

Juli

Agustus

September

Oktober

Nopember

Desember

5  

27

15

17

32

166

12

23

165

134

9

13

125.000,-  

720.000,-

385.000,-

460.000,-

660.000,-

4.125.000,-

300.000,-

600.000,-

4.340.000,-

3.985.000,-

400.000,-

395.000,-

Jumlah 618 16.495.000,-

4.2. BUDIDAYA IKAN

Sistem budidaya di Kabupaten Sampang terdiri atas : budidaya Air Payau, pemanfaatan perairan umum dan pemanfaatan kolam air tawar.

4.2.1. Usaha Budidaya  Air Payau

Potensi lahan untuk usaha di  perairan payau  di Kabupaten Sampang seluas 5697 Ha, sedangkan pada tahun 2009 luas tambak yang dikelola untuk pemanfaatan dibidang perikanan sebagaimana tertera dalam tabel dibawah ini.

Tabel 44 : Luas Tambak Air Payau di Kabupaten Sampang Tahun 2009

No Kec/Desa Luas Tambak Jumlah RTP Panjang Saluran
Tambak Budidaya Garam Plus Tambak Bero Jumlah
I.  

1

2

3

4

KEC. SAMPANG  

AENGSAREH

POLAGAN

BANYUANYAR

KARANGDALEM

107.2 

261.2

30.6

12

30.9 

174.3

6.4

-

24.9 

25

-

-

163 

460.5

37

12

83 

215

10

6

1.75 

8.8

4.5

0.25

Jumlah 411 211.6 49.9 672.5 314 15.3
II  

1

2

3

KEC. CAMPLONG  

TADDAN

TAMBA’AN

DH.CAMPLONG

10 

20

15

15.9 

15

3

- 

3.1

-

25.9 

38.1

18

3 

8

5

1 

4.5

5

Jumlah 45 33.9 3.1 82 16 10.5
III  

1

KEC.TORJUN  

BRINGIN NONGGAL

18 - 13.3 31.3 10 2
Jumlah 18 - 13.3 31.3 10 2
IV  

1

2

3

4

KEC.PANGARENGAN  

PANGARENGAN

RAGUNG

APA’AN

GULBUNG

190 

512

220

5

184.7 

63.1

20

3

- 

17.7

3

2.2

374.7 

592.8

243

10.2

125 

308

105

3

4 

5

4

2

Jumlah 927 270.8 34 1.220.7 541 15
V  

1

2

3

4

5

6

KEC.JRENGIK  

ASEM RAJEH

KALANGAN PRAOH

MAJANGAN

MARGANTOKO

ASEM NONGGAL

JUNGKARANG

71 

52.5

22.6

60.5

300.9

-

25 

-

-

-

60.2

-

45.5 

72.7

42.4

73.2

378

108.9

141.5 

125.2

65

133.7

739.1

108.9

52 

35

4

49

318

13

2.5 

2.5

1.5

2.5

1

3.5

Jumlah 507.5 85.2 720.8 1.313.4 472 13.5
VI  

1

2

3

4

5

6

7

8

9

KEC. SRESEH  

MARPARAN

JUNOK

DISANAH

SRESEH

PLASAH

LABANG

TAMAN

LABUHAN

KOBUR

298 

195

580

55

96

9

45

5

8

726 

20.5

50.9

12.2

52.6

6.3

25.2

4.4

6

13.1 

16.1

36

4.5

10.1

5.1

10.2

2.1

-

1.037.1 

231.6

666.9

71.7

158.7

20.4

86.4

11.5

10

138 

101

376

20

42

4

24

3

5

5 

3

12

2

4

1

2

1

-

Jumlah 1.289 898.1 97.2 2.284.3 708 30
VII  

1

2

3

KEC. KETAPANG  

KETAPANG BARAT

BANYUSOKAH

RABIYAN

6 

10

6

- 

-

-

4.5 

13.5

3

10.5 

23.5

9

3 

4

3

1 

1.5

1

Jumlah 22 - 21 43 10 3.5
VIII  

1

2

3

4

KEC. BANYUATES  

BATIOH

MASARAN

TRAPANG

NEPA

13 

23

6

3

- 

2.5

-

-

- 

1

-

2

13 

26.5

6

5

7 

13

3

2

1 

1

0.75

0.75

Jumlah 45 2.5 3 50.5 25 3.5
TOTAL 3.264.5 1.502.1 931.2 5.697.8 2.095 93.3
IX PN. GARAM 0 1.200 0 1.200 0 0
JUMLAH TOTAL 3.264.5 2.702.1 931.2 6.897.8 2.095 93.3

Untuk mempertahankan produksi tambak khususnya udang, maka Kabupaten Sampang telah menerapkan sistem polikultur udang dan bandeng sehingga dapat menekan resiko kegagalan panen.

4.2.2. Pemanfaatan Perairan Umum

Perairan umum di Kabupaten Sampang terdiri atas : sungai seluas 131 Km2 dan waduk seluas 280 Km2/Ha.  Dari kedua jenis perairan umum tersebut pemanfaatannya hanya untuk lauk-pauk bagi warga sekitarnya.  Namun pada tahun 2009 tidak ada kegiatan dari Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Sampang untuk penebaran benih di Waduk Klampis Desa Kramat Kecamatan Kedungdung, seperti tahun – tahun sebelumnya.  Hal ini disebabkan tidak adanya anggaran dana dari Pemerintah melalui Dinas terkait, sehingga ikan hasil produksi perairan umum pada tahun 2009 diperoleh dari sisa – sisa ikan yang ditebar pada tahun – tahun sebelumnya.

Tabel 45  : Luas / Panjang Jenis Perairan Umum Dan Potensi Produksi Pada              Tahun 2009

Jenis Perairan Luas / Panjang Potensi Produksi ( Ton )
1. Sungai  

2. Waduk / cekdam

3. Rawa

4. Danau / Telaga

131 Km2  

280 Km2/Ha

-

-

1  

4,3

Jumlah 5,3

4.2.3. Pemanfaatan kolam air tawar

Kolam air tawar di Kabupaten Sampang tersebar dihampir seluruh kecamatan dengan jumlah keseluruhan seluas 10,418 Ha.  Jenis ikan andalan kolam air tawar adalah ikan lele.  Dimana kegiatannya meliputi : Identifikasi lahan dan demonstator ; Pemeliharaan saluran irigasi ; Persiapan lahan budidaya ; Penebaran benih ikan lele ke kolam pembesaran ; panen ; monitoring dan evaluasi.  Untuk lebih jelasnya luas budidaya kolam per kecamatan pada tahun 2009, seperti tabel dibawah ini.

Tabel 46 : Luas Budidaya Kolam  Per Kecamatan Tahun 2009

No Kecamatan Desa Luas ( Ha ) Petani Ikan
1 SAMPANG Kel. Dalpenang  

Banyuanyar

Polagan

0.007  

0.006

0.004

2  

2

2

Jumlah 0.017 6
2 CAMPLONG Taddan  

Dharma Camplong

0.75  

1.2

3  

3

Jumlah 1.95 6
3 TORJUN Tana Merah  

Kanjar

Jeruk Porot

Torjun

0.005  

0.03

0.15

0.005

1  

4

24

1

Jumlah 0.19 30
4 JRENGIK Asem Nonggal  

Taman

0.03  

0.03

10
Jumlah
5 BANYUATES Batioh  

Kembang Jeruk

Nepa

Montor

1.5  

1

2

2

14  

15

17

19

Jumlah
6 SOKOBANAH Tamberu Timur 0.04 9
Jumlah 0.04 9
7 KEDUNGDUNG Daleman 0.02 1
Jumlah 0.02 1
8 ROBATAL Torjunan  

Lepelle

0.04  

0.1

5  

5

9 OMBEN Temoran  

Madulang

Omben

Rapa Daya

0.05  

1.1

0.05

0.3

3  

6

3

4

Jumlah 1.5 15
10 TAMBELANGAN Tambelangan  

Samaran

Karanganyar

0.0020  

0.0078

0.0080

2  

1

2

Jumlah 0.018 5
JUMLAH 10.418 161

4.2.4.  Monitoring dan evaluasi teknologi budidaya

Dalam rangka meningkatkan produksi dan produktivitas usaha budidaya perikanan, maka dilaksanakan suatu kebijakan pembudidayaan ikan dan perlindungan dengan menerapkan suatu kegiatan yang berupa monitoring dan evaluasi teknologi budidaya yang dilakukan  setiap bulan dengan harapan untuk mengantisipasi dan mengontrol menurunnya produksi dan produktivitas akibat menurunnya daya dukung lingkungan akibat terjadinya pencemaran dan penggunaan obat, bahan kimia dan bahan biologi yang melebihi kapasitas ( over dosis ).  Untuk lebih jelasnya hasil monitoring dalam triwulan  dapat dilihat pada  tabel dibawah ini.

Tabel 47: MONITORING KEGIATAN PEMBANGUNAN PERIKANAN BUDIDAYA

( BULAN JANUARI S/D MARET 2009 )

No Kab Areal ( Ha ) Produksi (ton) Kelompok Penguatan Modal Pengembalian TPT ( orang ) Kinerja Percontohan  

( produktivitas )

Kelompok  

( sudah/belum )

Sasaran Realisasi Sasaran Realisasi Sasaran Realisasi Sasaran Realisasi Penyaluran Sasaran Realisasi U1 U2
1. PROPEKAN
Udang 630 600 146,05 63,585 32 17 - - 650 250 - - Ada
Kerapu - - - - - - - - - - - - -
Rumput laut - - - - - - - - - - - - -
Nila - - - - - - - - - - - - -
Komoditas lain - - - - - - - - - - - - - -
2. PROKSIMAS
Mujair 2,165 1,2 0,8 0,256 1 1 - - 20 15 - - Ada
Ikan lainnya 10 3 5 4,15 1 1 - - 20 16 - - Ada
Lele 8,7 5 29,5 25,724 5 3 - - 90 60 - - Ada
Balanak 20 12 10 11,75 2 2 - - 40 40 - - Ada
Bandeng 647,4 600 236,84 190,5 96 20 - - 570 350 - - Ada
3. PROLINDA  

( Perairan Umum )

Ikan lainnya - - - 0,337 - - - - - - - - -
Nila Merah 280 280 0,75 0,579 5 5 - - 75 50 - - Ada
Mujair Sungai - 0,5 0,330 2 2 - - 30 10 - - Ada
Tawes Sungai - 0,5 0,365 2 2 - - 30 10 - - Ada

Tabel 48 : MONITORING KEGIATAN PEMBANGUNAN PERIKANAN BUDIDAYA

( BULAN APRIL S/D JUNI  2009 )

No Kab Areal ( Ha ) Produksi (ton) Kelompok Penguatan Modal Pengembalian TPT ( orang ) Kinerja Percontohan  

( produktivitas )

Kelompok  

( sudah/belum )

Sasaran Realisasi Sasaran Realisasi Sasaran Realisasi Sasaran Realisasi Penyaluran Sasaran Realisasi U1 U2
1. PROPEKAN
Udang 640 620 157,25 105,3 32 17 - - 650 250 - - Ada
Kerapu - - - - - - - - - - - - -
Rumput laut - - - - - - - - - - - - -
Nila - - - - - - - - - - - - -
Komoditas lain - - - - - - - - - - - - - -
2. PROKSIMAS
Mujair 2,165 1,2 0,8 0,256 1 1 - - 20 15 - - Ada
Ikan lainnya 10 3 5 4,15 1 1 - - 20 16 - - Ada
Lele 8,7 5 29,5 25,724 5 3 - - 90 60 - - Ada
Balanak 20 12 10 11,75 2 2 - - 40 40 - - Ada
Bandeng 647,4 600 236,84 190,5 96 20 - - 570 350 - - Ada
3. PROLINDA  

( Perairan Umum )

Ikan lainnya - - - 0,337 - - - - - - - - -
Nila Merah 280 280 0,75 0,579 5 5 - - 75 50 - - Ada
Mujair Sungai - 0,5 0,330 2 2 - - 30 10 - - Ada
Tawes Sungai - 0,5 0,365 2 2 - - 30 10 - - Ada

Tabel 49 : MONITORING KEGIATAN PEMBANGUNAN PERIKANAN BUDIDAYA

( BULAN JULI S/D SEPTEMBER 2009 )

No Kab Areal ( Ha ) Produksi (ton) Kelompok Penguatan Modal Pengembalian TPT ( orang ) Kinerja Percontohan  

( produktivitas )

Kelompok  

( sudah/belum )

Sasaran Realisasi Sasaran Realisasi Sasaran Realisasi Sasaran Realisasi Penyaluran Sasaran Realisasi U1 U2
1. PROPEKAN
Udang 412 402 160,7 155 32 17 - - 650 350 - - Ada
Kerapu - - - - - - - - - - - - -
Rumput laut - - - - - - - - - - - - -
Nila - - - - - - - - - - - - -
Komoditas lain - - - - - - - - - - - - - -
2. PROKSIMAS
Mujair 10 8 7,5 6,5 1 1 - - 20 15 - - Ada
Ikan lainnya 10 7 6 5,3 1 1 - - 20 16 - - Ada
Lele 8,7 6 46,7 30 5 3 - - 90 75 - - Ada
Balanak 20 15 16 14 4 2 - - 50 40 - - Ada
Bandeng 544,78 540 330,25 310 96 25 - - 570 400 - - Ada
3. PROLINDA  

( Perairan Umum )

Ikan lainnya - - - 0,7 - - - - - - - - -
Nila Merah 280 280 0,75 0,65 5 5 - - 75 50 - - Ada
Mujair Sungai - 0,8 0,62 2 2 - - 30 10 - - Ada
Tawes Sungai - 0,5 0,42 2 2 - - 30 10 - - Ada

Tabel 50 : MONITORING KEGIATAN PEMBANGUNAN PERIKANAN BUDIDAYA

( BULAN OKTOBER S/D DESEMBER 2009 )

No Kab Areal ( Ha ) Produksi (ton) Kelompok Penguatan Modal Pengembalian TPT ( orang ) Kinerja Percontohan  

( produktivitas )

Kelompok  

( sudah/belum )

Sasaran Realisasi Sasaran Realisasi Sasaran Realisasi Sasaran Realisasi Penyaluran Sasaran Realisasi U1 U2
1. PROPEKAN
Udang 755,5 750 275 253 32 27 - - 650 425 - - Ada
Kerapu - - - - - - - - - - - - -
Rumput laut - - - - - - - - - - - - -
Nila - - - - - - - - - - - - -
Komoditas lain - - - - - - - - - - - - - -
2. PROKSIMAS
Mujair 15 13 13 11 2 2 - - 40 30 - - Ada
Ikan lainnya 10 8 7 6,5 1 1 - - 20 16 - - Ada
Lele 8,84 7,5 27 25 5 4 - - 100 80 - - Ada
Balanak 20 16 16 15 4 2 - - 50 30 - - Ada
Bandeng 816,4 810 260 250 96 25 - - 570 400 - - Ada
3. PROLINDA  

( Perairan Umum )

Ikan lainnya - - - 0,7 - - - - - - - - -
Nila Merah 280 280 0,75 0,65 5 5 - - 75 50 - - Ada
Mujair Sungai - 0,8 0,65 2 2 - - 30 10 - - Ada
Tawes Sungai - 0,5 0,45 2 2 - - 30 10 - - Ada

4.3. PENGOLAHAN DAN PEMASARAN IKAN

Kabupaten Sampang merupkan salah satu daerah yang kaya akan hasil lautnya yang salah satunya adalah produksi perikanan, namun sampai saat ini produk perikanan baru dikonsumsi oleh sebagian kecil masyarakat Jawa Timur, padahal produk perikanan memiliki nilai protein yang tinggi dan harganya lebih murah dibandingkan dengan produk hewan lainnya seperti daging dan ayam.

Produk perikanan sangatlah banyak dan beranekaragam cara pengolahannya sehingga masyarakat tidak akan merasa bosan mengkonsumsi produk perikanan, sebagian besar hasil usaha perikanan di salurkan dalam bentuk pemasaran ikan basah dan olahan.  Jenis usaha pengolahan hasil perikanan dan harga rata-rata ikan segar, olahan dan pemasaran sektor laut dan budidaya   di Kabupaten Sampang pada tahun 2009 tertera pada tabel dibawah ini.

Tabel 51 : JENIS USAHA PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN

KABUPATEN SAMPANG TAHUN 2009

No Daerah Produksi Jenis Pengolahan Jumlah Pengusaha Jumlah Tenaga Kerja Keterangan
1  

2

3

4

5

6

7

Kecamatan Camplong  

Kecamatan Sampang

Kecamatan Pangarengan

Kecamatan Sreseh

Kecamatan Banyuates

Kecamatan Ketapang

Kecamatan Sokobanah

Ikan segar/peng-esan  

Pengeringan

Pemindangan

Ikan Segar/Peng-Esan

Pemindangan

Pengasapan

Pengeringan

Penepungan Ikan

Petis

Ikan Segar/Peng-esan

Penepungan

Ikan Segar/Peng-esan

Pengeringan

Ikan Segar / Peng-esan

Pengeringan

Ikan Segar / Peng-esan

13 unit  

5 unit

17 unit

20 unit

20 unit

20 unit

3 unit

6 unit

3 unit

20 unit

1 unit

6 unit

9 unit

7 unit

2 unit

12 unit

49 Pria / 17 Wanita  

4 Pria / 17 Wanita

17 Pria / 49 Wanita

144 Pria / 29 Wanita

103 Pria / 4 Wanita

80 Pria

31 Pria / 7 Wanita

32 Pria

12 Pria

41 Pria

5 Pria

5 Pria / 11 Wanita

10 Pria / 14 Wanita

17 Pria / 14 Wanita

10 Pria / 6 Wanita

21 Pria / 75 Wanita

Jumlah Pengolah Ikan :  

Peng-esan : 78 unit

Pengeringan : 19 unit

Pemindangan : 37 unit

Pengasapan : 20 unit

Penepungan : 7 unit

Petis : 3 unit

Tabel 52 : HARGA RATA – RATA IKAN SEGAR, OLAHAN DAN PEMASARAN

SEKTOR LAUT DAN BUDIDAYA KABUPATEN SAMPANG TAHUN 2009

No Ikan Segar No Ikan Olahan Keterangan
Jenis Ikan Segar Harga per kg  

( Rp )..

Jenis Ikan Olahan Harga per kg  

( Rp )..

I Sektor laut I PENG-ESAN PEMASARAN
1 Bawal Hitam 25.000 1 Kembung 14.000 IKAN SEGAR DI
2 Bawal Putih 80.000 2 Lemuru 5.500 Kirim  Ke Daerah
3 Bambangan 27.500 3 Tongkol 17.500 a. Surabaya
4 Kerapu 30.000 4 Tengiri 23.500 b. Mojokerto
5 Kakap 24.000 5 Cumi-cumi 24.000 C. Bangkalan
6 Tongkol 11.000 6 Selar 9.500 d. Sampang
7 Tengiri 23.000 7 Bandeng 20.000 e. Pamekasan
8 Layang 6.000 8 Layang 6.500
9 Teri Nasi 18.000 9 Teri nasi 20.000
10 Teri Besar 9.000 10 Udang windu 70.000 PENG-ESAN
11 Lemuru 4.000 11 Udang Putih 45.000 Di kirim ke :
12 Cumi-Cumi 23.000 12 Kerapu 29.500 A. Bangkalan
13 Layur 10.000 13 Bandeng 20.500 B. Sampang
14 Manyung 7.000 C. Pamekasan
15 Ekor Kuning 8.000 D. Surabaya
16 Cucut 12.000 PENGERINGAN PENGERINGAN
17 Selar 8.000 1 Peperek/petek 4.500 Di Kirim Ke :
18 Balanak 8.000 2 Teri Asin 15.000 A. Surabaya
19 Tembang 2.500 3 Teri Tawar - B. Bangkalan
20 Pari 6.500 4 Balanak 12.000 C. Sampang
21 Petek - 5 Cumi-cumi - D. Pamekasan
22 Peperek 3.000 6 Selar 9.000
23 Udang putih 40.000 7 Teri nasi asin -
24 Udang windu 70.000 8 Teri nasi tawar 23.500
25 Beloso 4.500 9 Bambangan Asin -
26 Kerang-kerangan 11.000 10 Bloso 7.500
27 Kembung 9.000 11 Kurisi 6.500
28 Rajungan 25.000 12 Ekor kuning -
29 Cakalang 15.000
30 Swanggi 4.500 PEMINDANGAN PEMINDANGAN
31 Kepiting 35.000 1 Layang 7.500 Di Kirim Ke :
32 Kurisi 5.000 2 Kembung 11.500 A. Bangkalan
33 Kuniran 4.000 3 Tongkol 18.500 B. Sampang
34 Panyus 20.000 4 Lemuru 5.000 C. Pamekasan
35 Lain- lain 7.000
II SEKTOR BUDIDAYA
1 Bandeng 18.000 PENGASAPAN PENGASAPAN
2 Tombro 1 Bandeng - Di Kirim  Ke :
3 Tawes 2 Bloso 6.500 A. Bangkalan
4 Mujair 9.000 3 Manyung - B. Sampang
5 Gabus 4 Pare 7.500 C. Pamekasan
6 Lele 16.000 5 Cucut -
7 Gurami 6 Tongkol 19.500
8 Udang windu 65.000 7 Tengiri 22.000
9 Udang Vanamei 8 Kembung 12.000
10 Udang Galah
11 Udang werus 16.000 LAIN-LAIN LAIN – LAIN
12 Udang Putih 40.000 1 Terasi 26.500 A. Surabaya
13 Kepiting 55.000 2 Petis 30.500 B. Bangkalan
14 Balanak 9.000 C. Sampang

Tabel 53 : Produksi Olahan Menurut Jenisnya Tahun 2009

Jenis Ikan Volume ( Kg ) Nilai ( Rp )
-       Pemindangan  

-       Pengasin / Pengeringan

-       Pengasap

-       Pembuat Terasi

-       Pembuat Petis

-       Pembuat Tepung Ikan

-       Pembuat Krupuk Ikan / Udang

-       Es-esan

-       Lain – Lain

5.347.300  

1.253.800

326.500

3.600

9.000

-

-

623.400

-

42.778.400.000  

7.522.800.000

2.285.500.000

79.200.000

153.000.000

-

-

4.363.800.000

Jumlah 7.563.600 57.182.700.000

Ikan hasil tangkapan dan yang melalui proses pengolahan tidak semuanya  dikonsumsi sendiri, melainkan juga dieksport ke daerah lain. Namun untuk mengatasi kebutuhan ikan segar dan hasil olahan di Kabupaten Sampang, maka mendatangkan ikan segar dan olahan dari daerah lain.Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 54 : Pemasukan Ikan dari Luar Daerah Tahun 2009

Daerah Pengirim Segar Olahan
Vol ( Kg ) Nilai ( Rp ) Vol ( Kg ) Nilai ( Rp )
Banyuwangi  

Pacitan

Tulungagung

2.215.239  

1.414.622

1.014.532

4.430.780.000  

2.829.244.000

2.029.064.000

728.477  

618.876

681.712

1.547.187.500

Tabel 55: Pengiriman Ikan Ke Luar Daerah Tahun 2009

Daerah Penerima Segar Olahan
Vol ( Kg ) Nilai ( Rp ) Vol ( Kg ) Nilai ( Rp )
Bangkalan  

Semarang

Mojokerto

Surabaya

Bali

770.300  

760.537

673.066

888.738

877.057

1.540.600.000  

1.521.074.000

1.346.132.000

1.777.476.000

1.754.114.000

644.052  

558.686

568.452

613.390

629.487

1.610.130.000  

1.396.715.000

1.421.130.000

1.533.475.000

1.573.717.500

Penggunaan teknologi pasca panen produk perikanan tangkap masih sangat sederhana, kecuali bagi ikan hidup bernilai komersial tinggi serta udang dari hasil budidaya tambak.  Adapun jenis perlakuan hasil tangkapan ikan di Kabupaten Sampang masih didominasi pengolah ikan skala kecil untuk menghasilkan sebagian besar produk pasca panen yang dikonsumsi lokal dan sebagian kecil di ekspor keluar.  Mengingat kegiatan pasca panen memegang peranan penting untuk memperluas jaringan distribusi dan pemasaran ikan, maka keterbatasan pengolah ikan dari forum stakeholder dalam pengolahan sumber daya perikanan di laut perairan Jawa Timur di Kabupaten Sampang perlu semakin ditingkatkan.

Untuk memperoleh ikan dengan produktivitas tinggi baik dari hasil tangkapan maupun setelah melalui proses pengolahan perlu diadakan suatu bantuan baik sarana dan prasarana serta pembinaan dari instansi terkait yaitu Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Sampang.  Pada tahun 2009 Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Sampang memberikan bantuan pengadaan peti pendingin ikan ( Cool Box ) sarana pengolahan dan pemasaran produksi perikanan kepada pengolah ikan di Kecamatan Banyuates, Camplong dan Pangarengan dengan harapan untuk mempertahankan kesegaran ikan agar tetap segar dan bermutu.  Sedangkan tujuan dari bantuan ini adalah :

1. Mempertahankan ikan tetap bersih, higienis dan sehat

2. Mempertahankan mutu ikan agar tetap segar dan tidak busuk

3. Mempertahankan harga ikan olahan tetap baik dan stabil

Dimana sasaran pelaksanaan kegiatan ini adalah kelompok pengolah ikan peng-esan dari hasil budidaya tambak dan penangkapan di Desa Banyuates dan Nepa Kecamatan Banyuates, Desa Ragung Kecamatan Pangarengan dan Desa Dharma Camplong Kecamatan Camplong.  Jumlah pengolah ikan yang menerima bantuan pengadaan peti pendingin ikan / cool box 10 unit sebanyak 7 ( tujuh ) orang pengolah dan kapasitas pengadaan barang masing-masing cool box berukuran 500 kg.  Pola pemberian paket bantuan pengadaan peti pendingin ikan ( cool box ) tersebut sifatnya sebagai pengguna bagi pengolah ikan di desa dan 2 – 3 tahun pengadaan peti pendingin ikan tersebut di hibahkan kepada masing-masing pengolah ikan di desa.

Guna menselaraskan antara pembinaan dan kegiatan pengolah ikan di Kabupaten Sampang, maka pada Bulan Maret 2009 Propinsi Jawa Timur melalui Dinas Perikanan dan Kelautan Propinsi Jawa Timur di Surabaya mengadakan lomba Usaha Micro Kecil Menengah ( UMKM ) bagi Pengolah Ikan   yang pesertanya seluruh Kabupaten di Propinsi Jawa Timur dengan keputusan :

Juara I                         : Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumenep

Juara II                        : Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Tulungagung

Juara III                      : Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sampang

Untuk lebih jelasnya piagam penghargaan dapat dilihat pada lampiran 6 halaman123.

Selain bantuan pengadaan peti pendingin ikan ( cool box ) yang diberikan kepada masyarakat nelayan dan pembudidaya ikan adalah bantuan pengadaan jaring gill net kepada kelompok nelayan, dengan tujuan :

1. Meningkatkan produktivitas hasil tangkapan ikan.

2. Meningkatkan pendapatan nelayan agar lebih sejahtera

3. Dapat mengurangi terjadinya konflik nelayan di laut.

Sasaran kegiatan ini adalah : 6 ( enam ) kelompok nelayan yang telah mendapatkan pembinaan teknis dibidang penangkapan ikan di laut yang masing – masing kecamatan terdiri dari 2 ( dua ) kelompok nelayan yang keseluruhannya beranggotakan 25 orang sehingga jumlah keseluruhan adalah 75 orang.  Setaiap 1                 ( satu ) orang anggota kelompok nelayan mendapatkan bantuan jaring sebanyak 3 set/piese jaring, sehingga jumlah jaring yang diperbantukan keseluruhan sebanyak 225 set/piese.  Pola pemberian paket bantuan pengadaan jaring gill net tersebut sifatnya adalah sebagai pengguna bagi kelompok nelayan dan selama 2-3 tahun pengadaan jaring tersebut di hibahkan kepada masing-masing kelompok nelayan.